INVERSI.ID – Band emo-rock asal Indonesia, For Revenge, kembali menyita perhatian dengan merilis single terbaru berjudul “Penyangkalan” pada 16 Juli 2024. Lagu ini merupakan lanjutan dari single sebelumnya, “Sadrah,” dan berhasil menembus jajaran trending di YouTube Music Indonesia tak lama setelah dirilis.
Ditulis oleh Moch Boniex Nurwega dan Arief Ismail, “Penyangkalan” hadir dengan lirik yang menggugah, mengangkat tema tentang kehilangan, penolakan, dan pergulatan batin yang dalam. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang terjebak dalam hubungan toxic hingga tidak menyadarinya.
Melodi khas For Revenge yang kelam namun indah, dipadu dengan vokal penuh emosi, memperkuat pesan dalam lagu ini.
Makna lagu ini terasa sangat relevan di tengah isu kesehatan mental yang semakin banyak dibicarakan. For Revenge tidak hanya menyuguhkan karya musik yang kuat, tetapi juga menjadi suara bagi mereka yang sedang berjuang melawan luka batin yang tak terlihat.
Dengan pendekatan musikal yang jujur dan emosional, “Penyangkalan” menjadi bukti bahwa musik masih menjadi medium ampuh untuk menyampaikan pesan-pesan penting yang jarang terdengar di ruang publik.
Lirik Lagu “Penyangkalan” – For Revenge
Selamat datang di penyangkalan
Sesunyi rumah yang kuhuni
Sebising derau di ujung hari (di ujung hari)
Seperih luka yang abadi
Sebisanya ‘kan kunikmati (kunikmati)
Selamat datang di penyangkalan
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi
Bertukar peran menyakiti
Seakan ku tak bisa mati (bisa mati)
Berpura-pura pulih sendiri
Nyatanya ku telah mati berkali-kali
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Selamat datang di penyangkalan
Bertukar peran saling menghantam
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan meracuni kewarasan yang mati
Dia masih di sini dan menari-nari
Perlahan menghantui kenyataan yang sepi