By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Inspiratif! Ditolak Dua Jalur PTN, Siswa Tahfidz Smamita Penghafal 30 Juz Ini Akhirnya Lolos Beasiswa Prestasi ITS!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Inspiratif! Ditolak Dua Jalur PTN, Siswa Tahfidz Smamita Penghafal 30 Juz Ini Akhirnya Lolos Beasiswa Prestasi ITS!

PendidikanTerkini

Inspiratif! Ditolak Dua Jalur PTN, Siswa Tahfidz Smamita Penghafal 30 Juz Ini Akhirnya Lolos Beasiswa Prestasi ITS!

Adrian
By
Adrian
12 months ago
Share
10 Min Read
SHARE

Halo brother and sister, ada cerita super inspiratif dari dunia pendidikan yang patut kita teladani nih! Izzah Hariri, siswi Tahfidz Class XII IPA 4 dari SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), berhasil meraih Beasiswa Mandiri Prestasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya! Kabar gembira ini datang pada Jumat, 11 Juli 2025.

Contents
Badai Ujian & Kekuatan Doa: Kisah Izzah Hadapi Kegagalan!Hafalan 30 Juz & Sertifikat Prestasi: Kunci Sukses Beasiswa ITS!Membuktikan Diri & Harapan untuk Masa Depan Smamita!

Namun, perjuangan Izzah ini nggak mulus-mulus aja, lho! Harapan itu sempat terasa pupus ketika ia tidak lolos melalui dua jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) paling populer, yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).

Padahal, Izzah ini punya modal luar biasa: ia adalah seorang penghafal Al-Qur’an 30 Juz dan juga memiliki nilai akademik yang sangat baik. Tapi, ternyata itu tidak menjamin mulusnya jalan menuju PTN impian.

Tantangan dan ujian bertubi-tubi ia hadapi, namun Izzah tak menyerah. Keistiqamahan dan semangatnya akhirnya membuahkan hasil manis di ITS Surabaya.

Kisah Izzah ini adalah bukti nyata bahwa siapa pun tidak boleh berputus asa dalam menggapai impian, meskipun rintangan datang bertubi-tubi.

Informasi kelulusan beasiswa Mandiri ITS ini disampaikan oleh Muhammad Ubaidillah Al Mustofa, MSEI, dosen Studi Pembangunan ITS sekaligus salah satu verifikator program tahfidz. Ini menunjukkan betapa seriusnya ITS dalam mendukung talenta-talenta luar biasa seperti Izzah.

Badai Ujian & Kekuatan Doa: Kisah Izzah Hadapi Kegagalan!

Dalam wawancara singkat yang mengharukan, Izzah menceritakan perjuangannya yang luar biasa untuk lolos beasiswa tahfidz 30 Juz di ITS.

Ia sempat mengalami tekanan berat setelah gagal di dua jalur PTN sebelumnya. Bayangkan, brother and sister, seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz dengan nilai bagus pun bisa merasakan kekecewaan!

“Perjuangan yang saya rasakan tidaklah mudah, membutuhkan keistiqamahan yang kuat dan panjang dalam menjaga hafalan, serta dukungan doa yang tiada henti dari orang tua dan orang-orang sekitar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Baca Juga :

Jadwal Tayang, Sinopsis dan Daftar Pemain Glenn Fredly The Movie
Penjelasan BMKG soal Gempa Garut hingga Aktivitas Warga Pesisir Pantai Kembali Normal

Keistiqamahan dalam menjaga hafalan di tengah tekanan itu adalah bentuk kesabaran tersendiri baginya. Siswa yang telah ditinggal ayahnya saat pandemi Covid-19 itu pun tak kuasa menahan haru ketika akhirnya meraih capaian terbaik tersebut.

Hal tersebut sangat menjadi bukti sebuah kekuatan mental yang teruji dan juga kekuatan dari spiritualnya.

“Alhamdulillah, ujian demi ujian saya lalui dengan penuh kesabaran. Saya merasa menjadi salah satu siswa yang sangat beruntung mendapatkan Beasiswa Prestasi melalui jalur bebas biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI).”

“Beasiswa ini memang ditujukan bagi siswa berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi di ITS,” tambahnya. Ini adalah kesempatan yang sangat berarti, meringankan beban keluarga dan membuka jalan bagi Izzah untuk berkuliah di kampus impian.

Hafalan 30 Juz & Sertifikat Prestasi: Kunci Sukses Beasiswa ITS!

Saat mendaftar beasiswa di ITS, Izzah melampirkan tiga sertifikat prestasi yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di Smamita. Dua di antaranya adalah dari Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), menunjukkan kemampuan akademisnya di bidang riset. Dan satu lagi yang paling menonjol adalah sertifikat dari program tahfidz 30 Juz. Ini adalah kombinasi yang sangat kuat!

Ia menjelaskan bahwa dari 30 Juz Al-Qur’an yang dimilikinya, 22 Juz telah ia hafal sejak SMP. Luar biasa! Sedangkan 8 Juz lainnya diselesaikan selama menempuh pendidikan di kelas tahfidz Smamita.

Hafalannya telah diuji langsung dan divalidasi oleh Pondok Elkisi dan Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan kredibilitas hafalan Izzah.

“Sertifikat tahfidz ini ternyata memiliki nilai yang sangat tinggi dalam proses seleksi. Terlebih karena tahun ini ITS mulai memberikan perhatian khusus kepada siswa penghafal Al-Qur’an lebih dari 20 Juz.”

“Alhamdulillah, saya termasuk salah satunya,” tuturnya penuh syukur. Ini adalah kabar baik bagi para penghafal Al-Qur’an yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di ITS.

“Sebagai bagian dari proses pendaftaran beasiswa, saya juga diminta menulis esai atau motivation letter maksimal satu halaman. Di situ, saya mencantumkan informasi tentang diri saya secara maksimal dan jujur, karena esai ini juga menjadi salah satu bahan pertimbangan penting dalam proses seleksi,” jelasnya. Jadi, jujur dan personal branding diri di esai juga penting ya, brother and sister!

Izzah kemudian mengikuti proses verifikasi yang dilakukan oleh dosen ITS Muhammad Ubaidillah Al Mustofa. Informasi verifikasi tersebut ia terima pada 23 Mei 2025 pukul 11.00 WIB, dan sesi verifikasi dilakukan pada hari yang sama pukul 15.00 WIB. Cukup mendadak!

“Awalnya saya cukup ragu karena persiapan saya sangat singkat dan mendadak. Namun, saya mencoba tetap tenang dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Proses verifikasi dilakukan melalui Zoom, hanya bersama dosen dan satu orang dari tim ITS,” terangnya.

“Wawancaranya berlangsung sekitar 30 menit. Saya ditanya mengenai data diri, jumlah hafalan, sejak kapan mulai menghafal, dan sejauh mana kelancaran hafalan saya. Kemudian saya juga diuji secara langsung hafalan Al-Qur’an saya,” lanjutnya.

“Tantangannya cukup berat karena saya diberi soal dari bagian akhir halaman yang mengharuskan saya melanjutkan ke halaman berikutnya, ini butuh konsentrasi tinggi.”

“Meskipun sempat terbata-bata, alhamdulillah saya dapat menyelesaikan ujian dengan baik,” kenangnya. Di akhir sesi, ia juga ditanya mengenai cita-cita serta rencana selama kuliah. Dosen kemudian memberikan semangat dan harapan agar Izzah bisa lolos.

Membuktikan Diri & Harapan untuk Masa Depan Smamita!

“Alhamdulillah, pada 2 Juni 2025 saya dinyatakan lolos seleksi Beasiswa Mandiri Prestasi ITS untuk prodi Teknik Fisika. Meskipun itu pilihan kedua saya, saya sangat bersyukur karena jalur ini sangat kompetitif dan kuotanya terbatas,” ungkapnya penuh haru.

“Selain itu, saya bersyukur akhirnya bisa diterima di PTN dengan kemampuan dan prestasi yang saya miliki, bukan sekadar nilai ujian,” sambungnya.

“Sejujurnya, saya sempat bingung dan terpukul setelah dua kali gagal di SNBP dan SNBT. Jalur SNBP saya siapkan sejak kelas X, saya aktif lomba, jaga nilai rapor, dan berusaha menghafalkan 30 Juz.”

“Tapi ternyata belum rezeki,” ujarnya dengan lirih. “Penolakan itu sempat membuat saya terpuruk, rasanya semua usaha sia-sia. Tapi dari situ saya menemukan motivasi baru yang membakar semangat.”

“Saya ingin tetap masuk PTN lewat jalur yang sesuai dengan kondisi saya: jalur Mandiri Beasiswa Prestasi, karena jalur ini membebaskan biaya IPI dan benar-benar menilai prestasi siswa secara komprehensif.”

“Motivasi saya juga datang dari keinginan untuk membuktikan diri. Saya termasuk 10 besar siswa eligible di jurusan IPA. Ketika saya tidak lolos SNBP, ada rasa kecewa yang mendalam apalagi ketika orang bertanya, ‘Kok nggak lolos, padahal sertifikatmu banyak dan nilaimu bagus?’” katanya mengenang momen-momen sulit itu.

“Tapi justru karena itu saya ingin membuktikan, meskipun gagal di awal, saya tetap bisa masuk PTN lewat jalur lain, asal ada kemauan dan usaha yang kuat.”

“Alhamdulillah, akhirnya saya diterima di ITS, kampus teknologi kebanggaan. Bagi saya, ini adalah hasil dari ketekunan, doa yang tak putus, dan motivasi yang terus tumbuh meski sempat jatuh dan putus asa.”

“Apalagi, ayah saya sudah tiada. Jadi, saya merasa punya tanggung jawab besar untuk terus berjuang demi masa depan, demi membanggakan keluarga,” tutup Izzah dengan mata berkaca-kaca.

Izzah berharap bisa terus menjaga hafalannya dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik selama kuliah nanti. Ia juga ingin belajar, berkontribusi, dan memanfaatkan semua peluang untuk tumbuh secara akademik, non-akademik, dan keagamaan di lingkungan ITS yang inovatif.

“Untuk SMA Muhammadiyah 1 Taman, khususnya kelas Tahfidz, saya sangat bangga dan bersyukur pernah menjadi bagian dari program ini. Tantangannya besar, tapi itu justru membentuk saya menjadi pribadi yang disiplin dan tangguh,” katanya.

“Selain itu, saya menyadari bahwa sertifikat tahfidz yang difasilitasi Smamita sangat bernilai dan diakui, terutama karena telah terverifikasi lewat kerja sama dengan Kementerian Agama,” sambungnya.

“Saya berharap program Tahfidz Smamita semakin berkembang dan diminati oleh siswa-siswa baru. Semoga menjadi program unggulan yang mampu melahirkan generasi berprestasi sekaligus penghafal Al-Qur’an yang siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.

“Untuk seluruh siswa Smamita, semoga sekolah ini terus unggul, tidak hanya dalam bidang akademik, tapi juga pengembangan karakter dan prestasi non-akademik.”

Kisah Izzah Hariri ini adalah pengingat yang kuat bagi kita semua, Adrian, bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari motivasi baru. Dengan ketekunan, doa, dan semangat pantang menyerah, impian pasti bisa diraih!

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:BeasiswaDitolakInsipratifITSPrestasisiswaTahfidz Smamita
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anti Perundungan! MPLS 2025 SMAN 1 Medan Fokus Bentuk Karakter Unggul & Disiplin Siswa Baru dengan ‘7 Kebiasaan Anak Hebat’!
Next Article Belajar Kepemimpinan dan Networking Bersama PGN Muda Maju, Yuk Siap Sukses!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

5 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index