INVERSI.ID – Jazz Gunung Series 2025 kembali hadir dengan membawa semangat memperkuat ekosistem jazz Indonesia sekaligus memberi ruang bagi musisi muda berbakat untuk unjuk karya. Sebagai salah satu festival jazz paling ikonik di Tanah Air, Jazz Gunung tak hanya menyajikan musik berkualitas, tetapi juga memberi panggung untuk generasi baru pelaku jazz.
Dewa Budjana, gitaris legendaris sekaligus kurator Jazz Gunung Series, mengakui bahwa salah satu ciri khas festival ini adalah selalu menyelipkan nama-nama baru dari kalangan musisi muda. Meski jumlah slot mereka tidak sebanyak festival lain, keberadaan musisi muda di Jazz Gunung sangat diperhatikan.
“Yang saya suka, konsep Jazz Gunung selalu menampilkan musisi muda. Itu yang saya perhatikan sejak lama,” ujar Dewa Budjana dalam konferensi pers di Jiwa Jawa Bromo, Probolinggo, Sabtu (19/7).
Komitmen Jazz Gunung untuk Ekosistem Jazz Indonesia
Selama lebih dari satu dekade penyelenggaraan, promotor tetap konsisten mendukung perkembangan ekosistem musik jazz di Tanah Air. Festival yang digelar di ketinggian pegunungan ini tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi, apresiasi, dan regenerasi musisi.
Menurut Dewa Budjana, dengan semakin banyaknya musisi muda berbakat, menjadi sangat penting untuk memberi mereka kesempatan tampil di panggung besar, bukan hanya di ruang-ruang kecil dengan puluhan penonton. Festival seperti Jazz Gunung bisa memberi mereka pengalaman nyata tampil di hadapan ribuan orang.
“Kami melihat jazz di Indonesia sangat besar, sangat maju. Jujur saja, kalau saya yang main jazz mungkin tanggung, menang duluan lahir saja, yang muda-muda banyak yang lebih jago, sayang kalau enggak ditampilkan,” ungkap Budjana dengan rendah hati.
Musisi Muda Wajib Punya Karya Orisinal
Bagas Indyatmono, CEO Jazz Gunung Indonesia, menambahkan bahwa pihaknya memang selalu membuka pintu bagi musisi baru untuk tampil di panggung Jazz Gunung. Namun, ada syarat penting yang harus dipenuhi, para musisi muda wajib membawa karya orisinal.
“Yang utama harus punya karya sendiri, karena kita sangat menghargai mereka yang memang benar-benar punya karya. Di jazz kan biasa kalau musisinya bawain jazz standard, tapi kita punya tambahan, mereka harus punya karya sendiri,” jelas Bagas.
Karya orisinal menjadi salah satu nilai yang dijaga sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas para musisi muda. Lewat festival ini, banyak musisi jazz muda yang bahkan merasakan panggung festival pertamanya di Jazz Gunung.
Hal ini menjadi pengalaman penting bagi mereka, sekaligus membuka jalan untuk dikenal lebih luas di industri musik nasional maupun internasional.
Jazz Gunung Series 2025: Tiga Seri, Dua Lokasi
Tahun depan, Jazz Gunung Series 2025 akan digelar dalam tiga seri di dua destinasi alam spektakuler. Seri pertama dan kedua akan digelar di Gunung Bromo, sementara seri ketiga di Gunung Ijen.
Selain konser, juga menghadirkan Bromo Jazz Camp, sebuah program workshop musik jazz yang berlangsung pada 20–25 Juni di Rehat Bromo, Probolinggo. Program ini dirancang untuk mengembangkan bakat musisi muda melalui pembelajaran langsung dari para maestro jazz Indonesia.
“Melalui Bromo Jazz Camp, kami ingin membekali musisi muda dengan teknik, wawasan, dan mental yang lebih siap menghadapi dunia musik profesional. Workshop ini terbuka untuk siapa saja yang punya minat dan komitmen di dunia jazz,” kata Bagas.
Penampilan Musisi Muda yang Dinanti
Seperti tradisi setiap tahunnya, Jazz Gunung Series 2025 juga akan menghadirkan sejumlah penampil muda berbakat. Beberapa nama yang sudah dipastikan tampil di seri Bromo adalah Emptyyy dan Natasha Elvira.
Keduanya dipilih karena kualitas musikalitas mereka yang unik sekaligus karya-karya orisinal yang mereka hasilkan. Dengan kombinasi musisi senior dan junior di satu panggung, Jazz Gunung selalu berhasil menciptakan harmoni yang segar dan menarik untuk semua kalangan penonton.
Jazz Gunung sendiri selalu dinanti karena atmosfernya yang berbeda. Berada di alam terbuka, di ketinggian, dengan latar pegunungan yang menawan, membuat pengalaman menonton festival ini sangat khas dan tak terlupakan.
Regenerasi Jazz Indonesia Dimulai dari Panggung
Konsep Jazz Gunung yang konsisten memberi ruang bagi musisi muda patut diapresiasi. Di tengah industri musik yang kompetitif, festival seperti ini memberi pesan bahwa karya otentik tetap mendapat tempat.
Bagi musisi muda, tampil di festival sebesar Jazz Gunung adalah pembuktian diri sekaligus peluang emas untuk membuka jejaring baru. Penonton yang hadir pun bukan hanya penikmat musik lokal, melainkan juga banyak wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan musik jazz di tengah alam Indonesia.
Jazz Gunung Indonesia membuktikan bahwa membangun ekosistem musik jazz yang sehat tidak cukup dengan hanya memberi panggung bagi yang sudah mapan, tetapi juga memberi peluang pada yang muda untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan komitmen pada karya orisinal, regenerasi musisi, dan penyelenggaraan yang konsisten, Jazz Gunung Series 2025 bukan hanya festival musik, tetapi juga ruang belajar, apresiasi, dan inspirasi. Kehadiran musisi muda di panggung Jazz Gunung menjadi bukti bahwa jazz Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang.
Bagi para penikmat musik, Jazz Gunung bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga perayaan kreativitas anak bangsa yang membawa musik jazz Indonesia ke level yang lebih tinggi.