INVERSI.ID – Di tengah dominasi pemimpin berusia matang di tingkat masyarakat, seorang mahasiswa dari generasi Z membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkontribusi nyata.
Tri Krisna Mukti (20), mahasiswa jurusan Manajemen semester empat, mencuri perhatian publik setelah terpilih menjadi Ketua RW 02 Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Dengan semangat muda dan niat tulus untuk membawa perubahan, Krisna menjadi simbol harapan baru dari kalangan anak muda.
Terinspirasi Sosok Pemimpin Muda: Gibran Rakabuming
Keputusan Krisna yang masih berstatus mahasiswa untuk maju sebagai calon Ketua RW bukanlah keputusan mendadak. Ia telah lama mengagumi sosok Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Republik Indonesia. Bagi Krisna, Gibran adalah contoh nyata bahwa anak muda bisa tampil berani, percaya diri, dan memberikan dampak positif dalam dunia kepemimpinan.
“Sejak dulu saya kagum sama Pak Gibran. Beliau berani maju sebagai pemimpin muda dan tetap tenang saat debat meski lawannya lebih tua dan berpengalaman,” ujar Krisna saat diwawancarai di Kantor RW 02, Kamis (24/7/2025).
Ia menambahkan, penampilan Gibran dalam debat calon wakil presiden sangat inspiratif dan memotivasinya untuk mengambil peran serupa di lingkup yang lebih kecil.
Kekaguman itu tidak berhenti di layar kaca. Krisna merasa bahwa anak muda tidak boleh terus berada di barisan penonton. Menurutnya, sudah saatnya generasi Z terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat. “Kalau bukan kita yang muda, siapa lagi yang akan bawa perubahan?” katanya mantap.
Keprihatinan Akan Stagnasi Lingkungan
Lebih dari sekadar kekaguman terhadap tokoh idola, keputusan Krisna juga lahir dari rasa keprihatinan terhadap lingkungannya sendiri. Ia melihat bahwa selama lebih dari satu dekade, RW 02 mengalami stagnasi. Tidak ada perubahan signifikan yang benar-benar dirasakan warga.
“Mungkin sudah terlalu lama, RW sebelumnya menjabat dan tidak ada perkembangan berarti. Padahal banyak potensi yang bisa digarap untuk warga,” tutur Krisna.
Ia melihat banyak keluhan warga yang tidak tertangani dengan baik, mulai dari masalah kebersihan lingkungan hingga kegiatan sosial yang minim.
Dukungan warga dan keluarga juga menjadi faktor penting yang mendorong Krisna untuk maju dalam pemilihan Ketua RW. Ia pun mengikuti proses demokratis lewat voting resmi yang digelar pada 18 Mei 2025, dan akhirnya terpilih secara sah oleh masyarakat.
Kemenangan Krisna menjadi tonggak sejarah tersendiri, karena di usianya yang masih sangat muda, ia berhasil meraih kepercayaan masyarakat untuk memimpin.
Semangat Perubahan dari Generasi Z
Krisna bukan sekadar simbol anak muda yang nekat maju. Ia datang dengan visi dan misi yang ingin membawa perubahan nyata di lingkungannya. Menurutnya, generasi muda memiliki kelebihan dalam hal kreativitas, kecepatan adaptasi teknologi, dan semangat kolaborasi.
“Cita-cita saya sederhana: ingin jadi orang yang bermanfaat untuk warga dan wilayah yang saya pimpin,” kata Krisna.
Ia ingin RW 02 menjadi lingkungan yang bersih, aman, dan aktif secara sosial—mulai dari kegiatan gotong royong, edukasi digital, hingga pelatihan keterampilan bagi remaja dan ibu rumah tangga.
Meskipun tugasnya tidak mudah, Krisna merasa yakin karena ia memiliki semangat yang besar untuk belajar. Ia juga membuka ruang partisipasi bagi seluruh warga agar kepemimpinannya tidak bersifat satu arah.
“Saya ingin libatkan anak-anak muda lain. Biar mereka juga merasa punya peran dan tanggung jawab,” tuturnya.
Krisna juga mengaku akan aktif belajar dari para senior, baik di tingkat RT maupun kelurahan, agar dapat memahami mekanisme pemerintahan lokal secara menyeluruh.
Anak Muda Agen Perubahan
Kisah Tri Krisna Mukti menjadi bukti bahwa anak muda bukan hanya pengguna media sosial dan konsumen hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. Di tengah tantangan zaman dan kompleksitas masalah perkotaan, semangat seperti Krisna sangat dibutuhkan untuk menjembatani masa depan dengan nilai-nilai baru yang lebih segar dan solutif.
Dengan kombinasi antara semangat, inspirasi dari tokoh muda, dan dorongan warga, Krisna membuktikan bahwa generasi Z tidak hanya siap bersuara, tetapi juga siap memimpin.
Jika kamu adalah anak muda yang merasa lingkunganmu tidak berkembang, mungkin sekarang saatnya kamu mengambil peran. Seperti Krisna, perubahan tidak harus dimulai dari atas. Ia bisa lahir dari keberanian satu orang muda yang ingin membuat perbedaan nyata.