INVERSI.ID – Sebanyak 23 siswa kelas 10 dan 11 SMA Al-Misbah mengikuti pelatihan public speaking dengan teknik storytelling yang digelar oleh Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), Kamis (24/7/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti dengan antusias oleh para peserta yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
Pelatihan ini dipandu oleh Farah Novilianti Irawan, seorang certified trainer dari CIMSA FK USK sekaligus edukator muda GEN-A. Dengan pendekatan komunikatif dan menyenangkan, materi public speaking dirancang agar siswa mampu tampil percaya diri saat menyampaikan ide di hadapan publik.
Kegiatan dimulai dengan ice breaking dan sesi perkenalan interaktif untuk mencairkan suasana. Para peserta kemudian menerima materi dasar tentang teknik public speaking, diikuti demonstrasi langsung dari fasilitator. Setelah itu, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil untuk praktik storytelling yang dibimbing intensif hingga akhirnya tampil menyampaikan cerita mereka di depan seluruh peserta.
Pentingnya Public Speaking untuk Generasi Muda
Kemampuan public speaking kini menjadi keterampilan penting bagi generasi muda, baik di dunia pendidikan, organisasi, maupun karier profesional. World Economic Forum (2020) menempatkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu dari 10 keterampilan utama abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.
Menurut Farah, pelatihan public speaking seperti ini membantu siswa mengekspresikan ide mereka dengan lebih jelas dan percaya diri.
“Pelatihan ini penting agar siswa dapat menyampaikan gagasan dengan lebih efektif, bukan hanya dalam presentasi akademik, tapi juga saat memimpin organisasi atau berbicara di lingkungan sosial,” ujarnya di sela kegiatan.
Teknik storytelling menjadi metode yang efektif dalam melatih public speaking karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun koneksi emosional dengan audiens. Cerita yang menarik akan lebih mudah diingat dan memberikan kesan mendalam. Farah menambahkan, kunci keberhasilan berbicara di depan umum bukan hanya pada suara lantang, tapi juga pada kemampuan menyampaikan pesan yang menyentuh pendengar.
Salah satu peserta, Humaira (16), yang juga Ketua OSIS SMA Al-Misbah, merasakan manfaat nyata dari pelatihan ini. “Awalnya saya gugup kalau harus bicara di depan umum. Tapi setelah praktik, saya jadi lebih percaya diri dan tahu cara membuat cerita yang menarik,” ungkapnya dengan senyum bangga usai presentasi kelompok.
Dukungan Sekolah dan Peran GEN-A
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Dra. Sariya, M.Pd., Waka Kurikulum SMA Al-Misbah, menilai pelatihan ini selaras dengan misi sekolah untuk membentuk siswa yang aktif, kreatif, dan komunikatif.
“Anak-anak terlihat sangat menikmati pelatihannya. Mereka dibimbing dengan metode yang menyenangkan, dan hasilnya langsung terlihat dari keberanian mereka saat tampil,” ujarnya.
Sariya berharap kegiatan semacam ini dapat diadakan secara rutin dan melibatkan lebih banyak siswa. “Saya berharap pelatihan seperti ini bisa berkesinambungan, bukan hanya memotivasi siswa dalam belajar, tetapi juga membekali mereka dengan kemandirian dan keterampilan komunikasi yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Imam Maulana, Direktur Eksekutif GEN-A, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari misi organisasi untuk mencetak generasi muda Aceh yang unggul secara intelektual, emosional, dan sosial. Menurutnya, keterampilan komunikasi adalah salah satu fondasi penting dalam mencetak pemimpin masa depan.
“Kami percaya, setiap remaja punya potensi untuk menjadi agen perubahan. Salah satu cara membukakan potensi itu adalah melalui komunikasi yang kuat,” kata Imam.
Ke depan, GEN-A berkomitmen untuk memperluas pelatihan life skills lain seperti kepemimpinan, literasi kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana. Program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah di Aceh agar semakin banyak siswa yang memiliki kompetensi abad ke-21.
“Kami ingin menjadi katalisator lahirnya generasi unggul Aceh, dan pelatihan seperti ini adalah salah satu bentuk nyata dari misi tersebut,” tegasnya.
Membangun Kepercayaan Diri dan Jaringan Sosial
Selain mengasah kemampuan berbicara, kegiatan ini juga membantu siswa memperluas jaringan sosial dan membangun kerja sama tim. Dalam praktik storytelling, peserta diajak untuk saling mendukung dan memberikan masukan konstruktif kepada teman-temannya. Pendekatan ini membuat mereka merasa nyaman dan berani untuk terus mencoba.
Pelatihan ditutup dengan sesi refleksi bersama dan pesan motivasi dari fasilitator agar siswa terus melatih kemampuan berbicara di berbagai kesempatan, baik di lingkungan sekolah, organisasi, maupun komunitas. Para peserta pulang dengan semangat baru untuk tampil percaya diri dan menjadi komunikator yang inspiratif.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, SMA Al-Misbah dan GEN-A menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dapat diasah sejak dini dengan metode yang menyenangkan. Diharapkan, generasi muda Aceh dapat tumbuh menjadi pemimpin yang berani, cerdas, dan mampu menyuarakan ide-idenya di panggung yang lebih luas.