INVERSI.ID – Anggaran pembangunan Sekolah Garuda yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mencapai sekitar Rp 200 miliar. Dana besar ini disiapkan untuk mendirikan empat Sekolah Garuda baru sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. “Total anggaran itu berbagai macam ya. Ada yang mulai dari sekolah baru atau sekolah yang ditambahkan tadi. Untuk yang sekolah baru kira-kira, karena dia membuat baru ya itu sekitar Rp 200 miliar satu sekolah,” ujar Brian di sela kunjungannya ke SMAN Unggulan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Menurut Brian, anggaran pembangunan Sekolah Garuda tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas fasilitas, kurikulum, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan global. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menghadirkan sekolah unggulan berstandar internasional di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan berkualitas.
Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengembangan Sekolah Garuda
Anggaran pembangunan Sekolah Garuda yang besar tersebut akan digunakan melalui dua skema utama. Skema pertama adalah pembangunan sekolah baru dari nol di wilayah yang masih minim fasilitas pendidikan. Skema kedua adalah transformasi sekolah unggulan yang sudah ada menjadi bagian dari jaringan Sekolah Garuda Transformasi.
“Targetnya mulai tahun depan penerimaan siswa baru 2026 itu akan sudah menerima empat sekolah. Untuk yang transformasi kan tentu sudah berjalan, mungkin tahun depan bisa nambah 30,” jelas Brian.
Ia menambahkan, saat ini sudah ada 12 Sekolah Garuda Transformasi yang merupakan hasil pengembangan dari sekolah-sekolah unggulan yang telah eksis. Sementara itu, empat Sekolah Garuda baru sedang dalam tahap pembangunan dan diproyeksikan akan segera beroperasi dalam waktu dekat.
Dalam program transformasi ini, tidak ada perubahan kurikulum secara fundamental. Menurut Brian, kurikulum di Sekolah Garuda tetap mengacu pada standar pendidikan nasional, namun dilengkapi dengan penambahan materi yang dapat meningkatkan daya saing lulusan. “Kurikulumnya nggak beda, kita hanya menambahkan saja supaya mereka lebih siap berkompetisi dengan sesama lulusan SMA dari negara lain,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, Brian menilai sekolah-sekolah unggulan yang selama ini dibina oleh pemerintah sudah memiliki sarana yang memadai. Ia mencontohkan SMAN Unggulan M.H. Thamrin Jakarta yang menjadi salah satu model penerapan Sekolah Garuda Transformasi. “Kalau kita lihat kondisi yang ada, SMA-SMA unggul yang selama ini dibina oleh Kementerian Dikdasmen itu sudah sangat baik. Kita tinggal menambahkan penyiapan agar siswa lebih siap menghadapi tantangan global,” katanya.
Brian menekankan bahwa tujuan utama dari pengembangan Sekolah Garuda bukan hanya membangun gedung megah, melainkan menciptakan ekosistem pendidikan unggul yang menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Program Sekolah Garuda, Harapan Baru Pendidikan Unggul Indonesia
Sebagai bagian dari sosialisasi nasional, Program Sekolah Garuda menggelar kegiatan pengenalan serentak di 16 lokasi pada Rabu (8/10/2025). Acara ini bertajuk “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul”, dan diselenggarakan secara bersamaan di berbagai zona waktu—WIB, WITA, dan WIT—pukul 08.00 hingga 10.00.
Melalui akun Instagram resmi @sekolahgaruda.ri, Kemendikti Saintek menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan konsep Sekolah Garuda kepada masyarakat luas. “Momentum ini menjadi langkah bersama menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global,” tulis keterangan resmi tersebut.
Daftar sekolah yang tergabung dalam program Sekolah Garuda saat ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia, antara lain:
- SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh
- SMAS Unggul Del, Toba
- MAN IC OKI, Ogan Komering Ilir
- SMAN Unggulan M.H. Thamrin, Jakarta
- SMA Cahaya Rancamaya, Bogor
- SMA Pradita Dirgantara, Boyolali
- SMA Taruna Nusantara, Magelang
- SMA Banua Kalsel, Banjar
- SMAN Siwalima, Ambon
- SMAN 10, Samarinda
- MAN IC Gorontalo, Bone Bolango
- SMA Averos, Sorong
Selain itu, terdapat empat lokasi pembangunan baru yang akan menjadi Sekolah Garuda generasi pertama, yakni di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).
Dengan demikian, total ada 16 titik pelaksanaan program Sekolah Garuda yang akan menjadi pusat pengembangan pendidikan unggulan berbasis sains, teknologi, dan karakter kebangsaan.
Membangun Sekolah Unggulan untuk Masa Depan Indonesia
Program Sekolah Garuda merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan alokasi anggaran pembangunan Sekolah Garuda mencapai Rp 200 miliar per sekolah, diharapkan fasilitas pendidikan di daerah-daerah tertinggal dapat meningkat pesat dan sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan di kota besar.
Konsep Sekolah Garuda sendiri menekankan tiga aspek utama:
- Pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi untuk menyiapkan siswa menghadapi revolusi industri 5.0.
- Pendidikan karakter dan nasionalisme, agar lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi.
- Konektivitas global, melalui kerja sama internasional dan pelatihan bahasa asing untuk membuka peluang pendidikan lanjutan di luar negeri.
Melalui program ini, pemerintah juga ingin melahirkan generasi muda yang tangguh dan inovatif, sekaligus memperkecil kesenjangan pendidikan antarwilayah.
“Sekolah Garuda tidak hanya membangun gedung, tapi juga membangun masa depan. Kami ingin semua anak Indonesia, di mana pun mereka tinggal, punya kesempatan yang sama untuk belajar di sekolah berstandar tinggi,” ujar Brian.
Selain peningkatan infrastruktur, Kemendikti Saintek juga berencana menambah pelatihan guru dan tenaga pendidik agar pengajaran di Sekolah Garuda sesuai dengan standar pendidikan abad ke-21. Guru-guru yang mengajar di sekolah ini akan mendapatkan sertifikasi khusus serta pelatihan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Brian menegaskan, Sekolah Garuda adalah simbol harapan baru bagi pendidikan Indonesia.
“Kita ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak bangsa, bahwa mereka bisa bersaing dengan lulusan dari sekolah top dunia,” ujarnya menutup pernyataan.
Pembangunan empat Sekolah Garuda dengan anggaran mencapai Rp 200 miliar per sekolah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan unggul dan merata di Indonesia. Melalui sinergi antara fasilitas modern, kurikulum adaptif, serta penguatan karakter dan wawasan global, Sekolah Garuda diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi emas Indonesia yang mampu bersaing di panggung dunia.
Program ini bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa—membangun manusia Indonesia yang cerdas, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin global.