By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Usaha Kuliner di Kepanjen! Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Pokok
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Usaha Kuliner di Kepanjen! Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Pokok

Kuliner

Usaha Kuliner di Kepanjen! Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Pokok

Adrian
By
Adrian
8 months ago
Share
3 Min Read
Usaha Kuliner di Kepanjen!
Usaha Kuliner di Kepanjen!
SHARE

Hai Inversi! Anak muda yang hobi kuliner pasti sering nemuin warung atau kafe favorit tiba-tiba naik harga. Nah, di Kepanjen, Kabupaten Malang, para pelaku usaha kuliner kecil lagi merasakan hal yang sama bahkan lebih berat.

Contents
Bertahan Jadi Strategi UtamaHarapan Para Pedagang dan Peluang Adaptasi

Harga bahan pokok yang terus melonjak bikin mereka terpaksa “survive mode”, tetap berjualan meski profit makin menipis. Daging ayam yang biasanya Rp30.000 per kilogram kini menyentuh Rp35.000, minyak goreng naik dari Rp15.000 jadi Rp20.000 per liter, dan beras yang tadinya Rp12.000 sekarang Rp15.500.

Belum lagi gula, telur, dan bahan lain yang ikut naik. Agus Purnomo, pemilik Nasi Goreng Gila Kepanjen, bilang, “Banyak bahan sembako harganya naik. Saya kesulitan mempertahankan harga jual makanan agar tetap terjangkau.”

Kenaikan harga ini bikin para pelaku usaha nggak bisa seenaknya naikin harga, karena daya beli pelanggan juga ikut menurun.

Bertahan Jadi Strategi Utama

Strategi utama para pelaku kuliner di tengah tekanan ini sebenarnya sederhana: bertahan. Agus mengaku, satu-satunya cara adalah sabar dan menjalankan usaha semampunya. Tidak ada solusi instan selain menunggu situasi ekonomi membaik.

“Kita cuma bisa bertahan dan tetap melayani pelanggan. Harapannya, ke depan harga bahan pokok bisa stabil lagi,” ujar Agus. Hal ini juga dirasakan Sri, pemilik Warung Nasi Empok.

Ia menekankan, biaya produksi yang tinggi membuatnya nggak bisa lagi menurunkan harga jual. Fokusnya cuma satu: tetap memberi makanan yang layak bagi pelanggan.

Fenomena ini nggak cuma masalah personal, tapi mencerminkan dilema pelaku UMKM di Indonesia, khususnya usaha kuliner. Mereka harus pintar-pintar menyeimbangkan harga jual dan kualitas makanan, sambil mempertimbangkan daya beli pelanggan. Nggak jarang, pelaku kuliner harus kreatif menekan biaya produksi tanpa mengorbankan rasa atau porsi.

Bagi anak muda yang sering nongkrong atau kulineran, ini jadi pengingat kalau harga makanan yang “masih ramah di kantong” itu hasil perjuangan panjang para penjual kecil. Setiap porsi nasi goreng, bakso, atau makanan favorit lain, sebenarnya ada cerita tentang ketahanan dan kesabaran mereka.

Baca Juga :

FIBA Kembali Gulirkan She Calls Game 2026, Perluas Peran Perempuan di Media Basket Dunia
Bisma Manda Samsu, Wirausaha Muda yang Produksi CCTV Compression untuk UMKM

Harapan Para Pedagang dan Peluang Adaptasi

Di balik tantangan ini, banyak pelaku usaha kuliner mulai adaptasi: membuat menu ekonomis, memanfaatkan promo, hingga memaksimalkan media sosial untuk menarik pelanggan. Agus dan Sri berharap pemerintah bisa menstabilkan harga sembako, sehingga usaha kecil bisa lebih lega bernapas.

Di sisi lain, konsumen muda juga bisa turut mendukung usaha lokal dengan membeli langsung, memberi ulasan positif, dan promosi via sosial media. Dukungan kecil ini bisa jadi napas tambahan untuk pelaku usaha tetap bertahan.

Jadi, buat anak muda yang hobi kuliner, ingat: setiap harga yang terlihat “murah tapi enak” itu ada perjuangan di baliknya. Membeli dengan bijak, menghargai usaha lokal, dan tetap menjaga loyalitas jadi bagian dari budaya kuliner yang gaul sekaligus cerdas.

Kalau sedang main ke Kepanjen, jangan cuma nikmatin makanannya, tapi juga hargai cerita di balik setiap piring yang tersaji. Mereka bukan cuma jual makanan, tapi juga ketahanan, kreativitas, dan semangat bertahan di tengah fluktuasi ekonomi.

You Might Also Like

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara
Sajian Lebaran dalam Satu Meja, Makna Kebersamaan ala Rijsttafel
Sensasi Iftar Ala Negeri Tirai Bambu di Twelve Chinese Dining
Cabai Rawit Merah Jadi “Emas Merah”, Harga Naik 23% dalam sebulan
11 Kuliner Halal Favorit di Glodok Imlek 2026
TAGGED:Bahan PokokKepanjenKulinerLonjakan HargaTengahUsaha
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Fakta Unik Hari Ini! Fakta Gaul Hari Ini! 6 Hal Seru yang Wajib Anak Muda Tahu
Next Article Seni Menyambutmu di Bandara: Keindahan dalam Ruang Transit
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kuliner

Nastar dan Dumpling Jadi Simbol Kemakmuran Saat Imlek

4 months ago
Kuliner

Ragam Hidangan Imlek Sarat Makna dan Sejarah Budaya

5 months ago
Kuliner

Ngafe Lebih Hits dengan 5 Tren Minuman Kekinian Favorit Generasi Muda

5 months ago
Kuliner

Revitalisasi Pasar Muara Karang, Jakpro Bangun Area Kuliner dan Olahraga

5 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index