INVERSI.ID – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menargetkan Pasar Muara Karang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dapat kembali beroperasi pada Agustus 2026 setelah proses revitalisasi rampung. Pasar tersebut diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi pedagang dan masyarakat sekitar.
“Kami mulai melakukan pembongkaran Pasar Muara Karang ini pada Agustus 2025 dan kami menargetkan butuh 12 bulan untuk membangun gedung enam lantai ini,” kata Project Director Revitalisasi Pasar Muara Karang Luky Ismayanti di Jakarta, Sabtu.
Revitalisasi Pasar yang Telah Berusia Lebih 30 Tahun
Luky menjelaskan, Pasar Muara Karang telah berdiri sejak 1996 dan memiliki peran penting dalam aktivitas perdagangan kawasan pesisir Jakarta Utara. Namun, seiring usia bangunan yang sudah lebih dari tiga dekade, kondisi fisik pasar dinilai tidak lagi layak sehingga perlu dilakukan revitalisasi menyeluruh.
“Dari seluruh tempat sewa yang tersedia, hanya 50 persen dan itu berada di lantai satu dan lantai dua hingga empat tidak dapat digunakan,” katanya.
Pada bangunan lama yang terdiri dari empat lantai, terdapat 442 kios, namun hanya sekitar 243 kios yang masih terisi. Selama proses pembangunan, pedagang direlokasi ke pasar sementara agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.
Saat ini, progres pembangunan konstruksi disebut telah mencapai sekitar 20 persen, dengan pekerjaan fondasi dan struktur bangunan yang sudah naik hingga lantai tiga.
Konsep Enam Lantai dengan Area Parkir dan Olahraga
Pasar Muara Karang nantinya akan dibangun setinggi enam lantai dengan konsep multifungsi. Lantai pertama akan dimanfaatkan sebagai area parkir yang mampu menampung 91 unit mobil dan sepeda motor.
“Ini merupakan hasil kajian di lapangan karena ketersediaan lapangan parkir yang sedikit dan lokasi pasar yang sempit sehingga membutuhkan ruang parkir,” katanya.
Lantai dua direncanakan untuk kios besar, termasuk toko emas dan pasar basah, dengan pembatas khusus di antara keduanya. Luky menyebut toko emas menjadi identitas kuat Pasar Muara Karang.
“Pasar Muara Karang ini identik dengan toko emas dan ini menjadi primadona,” kata dia.
Sementara itu, lantai tiga dan empat akan diperuntukkan bagi penyewa besar serta kios-kios kering. Di lantai lima, Jakpro menyiapkan pusat kuliner yang terintegrasi dengan fasilitas olahraga di lantai enam.
Di lantai teratas, akan dibangun satu lapangan futsal, satu lapangan basket, dan tiga lapangan badminton yang bersifat fleksibel sesuai kebutuhan.
“Kami sudah survei memang kebutuhan lapangan badminton di sini sangat tinggi dan ini menjadi perhatian,” katanya.
Ikon Kuliner Pesisir Jakarta Utara
Pasar Muara Karang berada di kawasan pesisir yang telah lama dikenal sebagai pusat distribusi hasil laut dan destinasi kuliner favorit di Jakarta Utara. Sejak era 1980-an, kawasan ini berkembang pesat dan menjadi tempat bertemunya beragam komunitas, termasuk komunitas Tionghoa yang membentuk identitas kuliner khas.
Sebagai pusat distribusi ikan segar dari pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu, Pasar Muara Karang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat.
“Pasar ini bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi juga ruang interaksi sosial yang dinamis dan untuk menjaga dan meningkatkan potensi pasar sebagai ikon kuliner pesisir, revitalisasi Pasar Muara Karang telah dimulai,” kata dia.