INVERSI.ID – Reality show terbaru Netflix berjudul Physical: Asia akhirnya resmi tayang sejak 28 Oktober 2025. Belum genap seminggu sejak perilisannya, acara ini langsung jadi bahan obrolan hangat di media sosial. Gimana nggak, program ini adalah spin-off internasional dari Physical: 100, reality show asal Korea Selatan yang sempat viral karena menampilkan pertarungan fisik paling ekstrem di layar kaca.
Kali ini, versinya jauh lebih besar. Bayangin aja, ada delapan negara Asia yang ikut: Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Filipina, Mongolia, Turki, dan Australia. Masing-masing negara ngirim enam atlet elit buat berjuang ngebawa nama bangsa mereka di ajang yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan strategi dalam level yang nggak main-main.
Tapi Physical: Asia bukan cuma soal otot dan stamina. Di balik keringat dan teriakan para peserta, ada semangat kerja sama, nasionalisme, dan keberagaman budaya Asia yang jadi highlight utama.
Dan buat penonton Indonesia, tahun ini terasa spesial banget. Soalnya, enam sosok luar biasa siap mewakili Merah Putih di panggung megah ini. Mereka datang dari berbagai latar belakang — mulai dari binaraga, basket, bulu tangkis, jiu-jitsu, hingga dunia hiburan. Dari wajah-wajah ini, satu pesan jelas terpancar: semangat Indonesia nggak pernah setengah-setengah.
1. Jeremiah Lakhwani — Atlet Hybrid Serba Bisa yang Nggak Pernah Setengah Energi
Jeremiah Lakhwani bukan nama baru buat yang ngikutin dunia kebugaran dan hiburan. Pria yang satu ini dulu dikenal lewat ajang L-Men of The Year 2012, di mana dia jadi salah satu finalis paling menonjol. Setelah itu, kariernya makin lebar — dari model, presenter acara traveling, sampai jadi ikon gaya hidup sehat.
Kini, Jeremiah tampil di Physical: Asia sebagai atlet hybrid — sosok yang menguasai berbagai cabang olahraga dalam satu tubuh. Kombinasi kekuatan, kecepatan, dan kelincahan bikin dia jadi andalan tim Indonesia. Dengan mental baja dan jiwa kompetitif tinggi, Jeremiah beneran buktiin kalau dirinya bukan cuma tampil buat gaya, tapi buat berjuang.
2. I Gede Dharma Susila — Sang Kapten dari Bali yang Nggak Kenal Menyerah
Kalau ngomongin sosok pemimpin, nama I Gede Dharma Susila alias Igedz “Executioner” udah jadi simbol disiplin dan kekuatan. Juara binaraga nasional ini juga pernah nyabet gelar Mr. Indonesia 2018. Dari bentuk tubuhnya aja udah kelihatan: ini orang serius banget soal kerja keras.
Sebagai kapten tim Indonesia, Igedz bukan cuma ngatur strategi tapi juga ngasih energi positif ke seluruh anggota. Buatnya, kemenangan itu bukan cuma soal siapa yang paling kuat, tapi siapa yang bisa kompak dan saling percaya. Filosofi itu yang bikin tim Indonesia makin solid di arena.
3. Maria Selena — Kecantikan, Kekuatan, dan Semangat Kompetitif di Satu Wajah
Nama Maria Selena mungkin dulu identik dengan mahkota dan panggung Miss Universe. Tapi di Physical: Asia, sisi lain dari mantan Puteri Indonesia 2011 ini muncul: sosok atlet tangguh yang nggak takut kotor, berkeringat, dan jatuh bangun.
Maria sebelumnya adalah pemain basket profesional yang sempat berlaga di Women’s National Basketball League Indonesia. Jadi, walau tampil elegan di luar, semangat bertarungnya udah mendarah daging. Di acara ini, dia bawa aura inspiratif — bahwa perempuan juga bisa berdiri sejajar dalam kompetisi yang keras.
4. Marcus Fernaldi Gideon — Dari Raket ke Arena, Legenda yang Masih Haus Tantangan
Nama Marcus Fernaldi Gideon mungkin paling familiar di antara semuanya. Legenda bulu tangkis dunia ini pernah duduk di peringkat satu BWF bersama Kevin Sanjaya, dan dikenal punya refleks serta daya ledak luar biasa di lapangan.
Kini, meski udah gantung raket, semangat kompetitif Marcus ternyata belum padam. Di Physical: Asia, dia datang bukan buat nostalgia, tapi buat ngebuktiin kalau jiwa juara nggak bisa pensiun. Dengan ketenangan dan fokus khasnya, Marcus jadi representasi bagaimana mentalitas atlet top dunia tetap hidup meski sudah nggak berlaga secara profesional.
5. Glenn Victor Sutanto — Dari Kolam Renang ke Arena Tantangan Fisik
Glenn Victor Sutanto adalah mantan atlet renang nasional yang udah pernah nyemplung di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Catatan prestasinya juga nggak main-main: dua medali perak di SEA Games 2007 dan satu emas di PON Papua.
Setelah pensiun, Glenn nggak lantas berhenti beraktivitas. Sekarang, dia dikenal sebagai fitness influencer dan model yang rutin ngajak orang buat hidup sehat. Di Physical: Asia, Glenn ngebawa semangat “never quit” khas atlet air yang terbiasa ngatur napas dalam tekanan tinggi. Buatnya, tantangan di darat bukan halangan buat terus bersinar.
6. Fina Phillipe — Petarung Tangguh dengan Jiwa Seni dan Jiwa Juang
Fina Phillipe alias La Tania Finanda Phillipe Putri mungkin jadi peserta paling mencolok di tim Indonesia. Selain satu-satunya perempuan dengan latar belakang bela diri, dia juga punya banyak sisi menarik — aktris, presenter, pebisnis, dan atlet Brazilian Jiu-Jitsu.
Fina pernah meraih medali emas di ajang Jakarta Brazilian Jiu-Jitsu 2019, dan kini dia buktikan kalau kekuatan sejati datang dari kerja keras dan konsistensi. Bagi Fina, Physical: Asia bukan cuma soal fisik, tapi ajang pembuktian bahwa perempuan bisa berdiri tangguh di medan mana pun.
Semangat Garuda di Panggung Asia
Enam perwakilan Indonesia ini mungkin datang dari latar belakang yang beda-beda, tapi mereka punya satu tujuan: ngebawa kebanggaan buat Indonesia. Dari Marcus yang legendaris sampai Fina yang penuh tekad, mereka adalah wajah-wajah baru semangat Garuda di kancah Asia.
Physical: Asia sendiri bukan sekadar reality show biasa. Ini adalah kombinasi antara kompetisi ekstrem, drama, dan representasi budaya yang ngebuat penonton ngerasa deg-degan sekaligus bangga. Buat para fans olahraga, ini tontonan wajib yang bakal bikin lo sadar: kekuatan sejati nggak cuma soal otot, tapi juga tentang semangat, solidaritas, dan tekad untuk nggak pernah nyerah.