By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

Film

Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

Jack
By
Jack
4 weeks ago
Share
3 Min Read
Suasana konferensi pers peluncuran cuplikan dan poster film "Foufo" di kawasan Senayan. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Sinemart yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemain besar di industri serial televisi Indonesia mulai memperluas langkahnya ke ranah perfilman nasional. Meski memiliki pengalaman panjang di dunia televisi, perusahaan produksi tersebut mengakui masih dalam tahap beradaptasi dengan dinamika industri layar lebar.

Produser Eksekutif Sinemart, David Setiawan Suwarto, menyampaikan bahwa perusahaan yang dipimpinnya saat ini masih terus mempelajari pola kerja dan tantangan yang ada dalam produksi film.

“Kami termasuk pendatang baru kalau untuk dunia film,” kata David.

Dalam upaya meminimalkan risiko sekaligus memperkuat kualitas produksi, Sinemart memilih berkolaborasi dengan pihak yang telah memiliki rekam jejak kuat di industri film. Pilihan itu jatuh kepada Bayu Skak bersama tim kreatifnya dari Skak Studios.

Menariknya, Sinemart tidak mengambil jalur aman dengan menggarap genre yang sudah memiliki pasar besar seperti horor. Sebaliknya, mereka memilih mendukung proyek animasi berjudul “Foufo”, sebuah konsep yang dinilai cukup berani dan berbeda dari tren film Indonesia saat ini.

David mengungkapkan bahwa ide cerita film tersebut sempat memunculkan reaksi yang beragam ketika pertama kali dipresentasikan kepada mereka.

“Ketika kami mendengar sinopsis satu kalimatnya, itu adalah campuran antara keinginan untuk menolak, tapi di saat yang sama, rasa penasaran yang besar untuk melihatnya,” ujar David menjelaskan reaksinya ketika ditawarkan untuk membiayai film tentang jatuhnya pesawat alien namun berlatar di Madura.

Perjalanan Sinemart menuju industri film juga diikuti perubahan pendekatan dalam proses produksi. Jika selama bertahun-tahun terbiasa bekerja dengan ritme cepat untuk kebutuhan tayangan televisi, kini mereka lebih fokus pada pengembangan cerita yang matang sebelum produksi dimulai.

David menilai tim Skak Studios memiliki perhatian tinggi terhadap detail, terutama dalam melakukan riset karakter hingga membangun konflik yang kuat dalam cerita sebelum memasuki tahap syuting.

Baca Juga :

NPC Kulonprogo Bidik 25 Medali di Peparda 2025, Efek Qonitah Bikin Atlet Membludak!
Menjelang Libur Akhir Tahun, Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Tetap Terkendali

Selain itu, Skak Studios juga dinilai berani memberikan ruang bagi talenta-talenta baru. Sejumlah pemeran direkrut melalui proses audisi yang digelar langsung di berbagai wilayah Jawa Timur.

Langkah tersebut dianggap berhasil membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk tampil di layar lebar sekaligus membuktikan bahwa daerah memiliki banyak sumber daya kreatif yang potensial.

Lebih jauh, Sinemart juga menunjukkan ketertarikannya pada cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi mereka, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga harus mampu menghadirkan realitas yang relevan dengan pengalaman sehari-hari penonton.

Tema seperti perjuangan mencari penghasilan hingga upaya membahagiakan orang tua menjadi isu yang dianggap memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Indonesia saat ini.

Menjelang penayangan perdana “Foufo” pada 9 Juli mendatang, perhatian publik mulai tertuju pada hasil kolaborasi Sinemart dan Skak Studios. Film ini akan menjadi ujian penting bagi Sinemart untuk melihat sejauh mana basis penggemar mereka di televisi dapat bertransformasi menjadi penonton setia di bioskop.

Sebelum proyek “Foufo”, kedua rumah produksi tersebut lebih dulu mencatatkan kerja sama yang cukup sukses melalui serial lokadrama “Lara Ati” yang tayang di platform streaming.

You Might Also Like

Transformasi Hugh Jackman Jadi Robin Hood Brutal Curi Perhatian, Fans Sampai Tak Mengenalinya
Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan
Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso
Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026
Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara
TAGGED:Film AnimasiFilm Bioskop
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tinggalkan DPMM FC, Ramadhan Sananta Resmi Berseragam Persebaya Surabaya
Next Article Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Woody hingga Buzz Sambut Pengunjung, Toy Story 5 Ramaikan Cinema XXI

4 weeks ago
Film

Badut Gendong Perluas Semesta Qodrat, Hadirkan Teror Baru yang Lebih Gelap

2 months ago
Film

‘Nobody Loves Kay’ Bukan Sekadar Film E-sports, Ini Cerita Tentang Ambisi dan Mental Anak Muda

2 months ago
Film

Desta Mahendra Tulis Lagu “Ndokasin” untuk Film Warkop DKI: Viralin Dong!

2 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index