INVERSI.ID – Rumah produksi Denny Siregar Production kembali meramaikan industri perfilman Indonesia melalui film terbaru berjudul “Tanah Runtuh”. Disutradarai oleh Rudi Soedjarwo, film ini menghadirkan cerita yang menyoroti perjuangan manusia untuk bertahan hidup di tengah konflik, ketidakpastian, dan situasi yang penuh ancaman.
Rudi Soedjarwo menjelaskan bahwa “Tanah Runtuh” berusaha menggambarkan realitas kehidupan masyarakat yang harus menjalani hari-hari dalam kondisi konflik berkepanjangan. Dalam situasi seperti itu, rasa aman menjadi sesuatu yang sulit didapat karena ancaman bisa datang kapan saja.
“Menempatkan diri di situasi yang konflik dan kita bangun bisa enggak tahu besok masih hidup apa enggak,” kata Rudi saat ditemui usai konferensi pers pra-tayang film “Tanah Runtuh”, di Jakarta, pada Kamis.
Meski mengangkat tema yang sarat emosi, Rudi menegaskan dirinya tidak ingin menggiring penonton untuk merasakan emosi tertentu saat menyaksikan film tersebut. Menurutnya, setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda sehingga akan memaknai cerita dengan cara masing-masing.
Namun demikian, ia percaya bahwa tema-tema universal seperti kerinduan, kehilangan, hingga hubungan antara anak dan ibu memiliki kedekatan emosional yang dapat menyentuh banyak orang.
“Film itu kalau kita bisa menyajikan sesuatu yang kita enggak perlu di sana tapi kita bisa merasakan dan belajar dari karakter-karakter yang pernah lalui hal itu,” imbuh dia.
Film “Tanah Runtuh” mengambil latar konflik bernuansa agama yang terjadi di wilayah Poso. Cerita berpusat pada perjalanan dua kakak beradik, Kai yang diperankan Yoan dan Ringgo yang dimainkan Ridho Khaliq, seorang anak dengan Down Syndrome.
Kehidupan keduanya berubah drastis ketika mereka terpisah dari sang ibu di tengah situasi konflik yang mencekam. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, mereka berusaha bertahan sambil mencari jalan untuk kembali bersama keluarga.
Di tengah perjalanan tersebut, Kai dan Ringgo bertemu dengan Idham, karakter yang diperankan Vino G. Bastian. Sosok polisi yang awalnya hanya menjalankan tugas menjaga keamanan wilayah konflik itu kemudian terlibat lebih jauh dalam kehidupan kedua anak tersebut.
Hubungan yang terjalin perlahan berkembang menjadi kisah yang lebih personal, menghadirkan nilai-nilai tentang kepedulian, tanggung jawab, dan ikatan kemanusiaan yang tumbuh tanpa direncanakan.
Selain Vino G. Bastian, film ini juga dibintangi sejumlah nama seperti Yoan, Ridho Khaliq, Sigi Wimala, Jenda Munthe, hingga Tike Priatnakusumah yang turut memperkuat alur cerita dengan karakter masing-masing.
Melalui pendekatan drama yang emosional dan penuh pesan kemanusiaan, “Tanah Runtuh” diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penonton sekaligus mengajak mereka melihat dampak konflik dari sudut pandang yang lebih dekat dan personal.
Film “Tanah Runtuh” dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 25 Juni 2026.