Dalam satu tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kepemudaan Indonesia. Melalui delapan langkah strategis yang telah dirumuskan, Erick ingin memastikan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta Tanah Air, dan empati sosial yang tinggi.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menjawab tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang cepat.
1. Membangun Karakter dan Kepemimpinan Pemuda Usia 16–30 Tahun
Salah satu fokus utama Erick Thohir adalah pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi pemuda usia produktif. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang gigih, pantang menyerah, dan siap bersaing di tingkat global.
Kita ingin menciptakan pemuda yang berani bermimpi, berkarya, dan cinta Tanah Air. Kita tanamkan nilai-nilai patriotik, gigih, tetapi juga empati
Menpora Erick Thohir
Program ini akan menyasar pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda di seluruh Indonesia, dengan pendekatan berbasis kegiatan sosial, olahraga, dan kepemimpinan.
2. Menghidupkan Kembali Pramuka dan PMR sebagai Wadah Pembentukan Empati
Erick menekankan pentingnya kegiatan seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai sarana membentuk karakter sejak dini. Kegiatan ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai empati, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Kemenpora akan bekerja sama dengan sekolah dan organisasi kepemudaan untuk mengintegrasikan kegiatan ini ke dalam kurikulum dan program ekstrakurikuler.
3. Olahraga sebagai Pilar Pembentukan Disiplin dan Sportivitas
Selain kegiatan sosial, olahraga juga menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter pemuda. Erick berkomitmen untuk memperluas pelaksanaan kegiatan olahraga di tingkat daerah, termasuk turnamen lokal, pelatihan atlet muda, dan festival olahraga komunitas.
“Olahraga sarat nilai sportivitas dan disiplin. Ini berperan besar dalam membentuk karakter generasi muda,” tegas Erick.
4. Evaluasi dan Perluasan Program Kepemudaan yang Sudah Berjalan
Kemenpora akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kepemudaan yang telah berjalan, seperti Pemuda Bela Negara, Pemuda Pelopor, dan Wirausaha Muda. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas dan dampak program terhadap masyarakat.
Program yang dinilai berhasil akan diperluas dan dijadikan model nasional, sementara program yang kurang efektif akan direstrukturisasi.
5. Pemuda Bela Negara sebagai Payung Kolaborasi Lintas Sektor
Program Pemuda Bela Negara akan dijadikan payung besar untuk kolaborasi antar kementerian dan lembaga. Erick menyebut bahwa program ini memiliki potensi besar untuk menyatukan berbagai inisiatif kepemudaan dalam satu arah strategis.
Kemenpora akan menggandeng Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial untuk memperkuat pelaksanaan program ini.
6. Sinergi dengan Kementerian Desa dan PDT melalui Pemuda Pelopor
Salah satu bentuk kolaborasi yang sudah berjalan adalah program Pemuda Pelopor bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Program ini bertujuan memberdayakan pemuda di daerah terpencil agar menjadi agen perubahan di komunitasnya.
“Kami sepakat program ini bukan hanya dilakukan per tahun, tetapi kita akan lakukan sampai 2029,” kata Erick.
7. Mendorong Pemuda Menjadi Motor Pembangunan Daerah
Erick ingin memastikan bahwa pemuda tidak hanya aktif di pusat, tetapi juga menjadi motor pembangunan di daerah. Kemenpora akan memberikan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan bagi pemuda yang ingin membangun usaha atau proyek sosial di daerahnya.
8. Digitalisasi Program Kepemudaan dan Akses Informasi
Sebagai bagian dari transformasi digital, Kemenpora akan meluncurkan platform digital untuk memudahkan pemuda mengakses informasi, mendaftar program, dan berjejaring. Platform ini juga akan menjadi ruang publik untuk menampilkan karya dan prestasi pemuda dari seluruh Indonesia.
Arah Baru Kepemudaan Indonesia di Era Erick Thohir
Langkah-langkah strategis yang digagas Menpora Erick Thohir menunjukkan bahwa kepemudaan bukan hanya urusan kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dari pembangunan nasional. Dengan fokus pada karakter, empati, sportivitas, dan kolaborasi lintas sektor, arah baru kepemudaan Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global.
Hari ini, pemuda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga pemimpin masa depan yang harus dibekali dengan nilai-nilai luhur dan keterampilan modern. Dan Erick Thohir, melalui Kemenpora, sedang membangun fondasi itu dengan serius dan sistematis.