INVERSI.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong penyelenggaraan lebih banyak kegiatan yang dapat mengajak masyarakat aktif berolahraga. Menurutnya, upaya memasyarakatkan olahraga penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia di masa depan.
Ia mencontohkan tingkat partisipasi olahraga di Jepang yang mencapai sekitar 65 persen dari total penduduk. Sementara itu, tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam aktivitas olahraga masih jauh lebih rendah.
“Jepang itu 65 persen berolahraga, padahal umur penduduknya makin tua. Di Indonesia olahraganya masih rendah. Artinya kompleksitas kesehatan orang Indonesia akan terdampak ketika penduduk kita piramidanya berubah, lebih banyak yang tua. Makanya mengolahragakan masyarakat itu yang penting,” kata Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tingkat partisipasi masyarakat dalam olahraga pada tahun 2023 tercatat sebesar 25,4 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 28,4 persen.
Sementara pada tahun 2024, partisipasi olahraga masyarakat mengalami sedikit peningkatan menjadi 26,3 persen. Meski ada kenaikan, angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan melalui berbagai program dan kegiatan yang mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.
Erick menjelaskan bahwa peningkatan partisipasi olahraga juga berkaitan erat dengan pengembangan ekosistem industri olahraga di Indonesia.
Selain itu, ia menilai konsep sport tourism atau wisata olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Tanah Air. Konsep tersebut menggabungkan kegiatan olahraga dengan sektor pariwisata, yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus mendorong gaya hidup sehat.
Menurut Erick, potensi sport tourism secara global bernilai sangat besar, bahkan mencapai ratusan miliar. Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor tersebut, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan kuliner yang bisa dikombinasikan dengan berbagai event olahraga.
“Ini angka-angka yang saya yakin dengan kolaborasi pemerintah, investasi swasta, dan daya beli masyarakat, dampaknya akan bagus. Belum lagi untuk industri olahraganya,” kata Erick.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur olahraga yang memadai.
Dengan dukungan fasilitas yang baik, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menyelenggarakan berbagai event olahraga berskala besar yang tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah penyelenggara.