inversi.id – Belakangan ini, tren “apa-apa lapor Damkar” semakin marak di masyarakat, menyisihkan peran polisi dalam situasi darurat non-kriminal. Situasi ini ternyata disadari penuh oleh petinggi Polri dan dijadikan bahan evaluasi besar-besaran.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menyebutkan bahwa Polri sedang dalam mode “siap berubah”. Hal ini dikonfirmasi oleh sikap transparan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di hadapan DPR RI yang mengakui tingginya kepercayaan publik terhadap petugas Damkar.
“Intinya kepolisian kita siap berbenah. Mereka menyadari situasi ini dan sungguh-sungguh ingin melakukan perbaikan, bukan menyangkalnya,” kata Jimly, Selasa.
Perubahan ini didorong karena adanya kesan “rasa takut” saat masyarakat berhadapan dengan polisi, sebagaimana diungkapkan oleh Menko Yusril Ihza Mahendra. Sebaliknya, Damkar dianggap lebih mengayomi.
Untuk mengubah citra tersebut, Polri kini mengebut kerja Komisi Transformasi Internal. Jimly menjanjikan bahwa aspirasi masyarakat akan didengar dalam tiga bulan ini demi menciptakan kebijakan baru di awal 2026 yang menjadikan polisi sebagai sosok pelindung, bukan sosok yang ditakuti.