INVERSI.ID – Ekonom senior Chatib Basri membantah kabar yang menyebut dirinya ditawari posisi Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa sore. Menurut Chatib, agenda pertemuan tersebut murni membahas perkembangan dan tantangan ekonomi nasional.
Usai bertemu Presiden Prabowo, mantan Menteri Keuangan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu menegaskan tidak ada pembicaraan mengenai jabatan di kabinet, termasuk posisi Menteri Keuangan yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Nggak ada (tawaran jadi Menteri Keuangan). Ini kita bahas soal ekonomi kok,” ujar Chatib menjawab pertanyaan awak media.
Chatib juga meluruskan informasi yang beredar terkait kehadiran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam forum yang sama. Ia memastikan pertemuan yang diikutinya hanya melibatkan jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN).
“Pak Menkes? Oh nggak ada. Saya sama DEN saja,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Chatib menjelaskan bahwa dirinya hadir bersama sejumlah anggota Dewan Ekonomi Nasional, termasuk Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan. Pertemuan itu berfokus pada berbagai isu ekonomi yang tengah menjadi perhatian pemerintah.
Nama Chatib Basri belakangan menjadi salah satu sosok yang dikaitkan dengan posisi Menteri Keuangan di tengah beredarnya isu perombakan Kabinet Merah Putih. Ia disebut-sebut sebagai kandidat yang berpotensi menggantikan Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Selain Chatib, nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga ikut masuk dalam spekulasi publik sebagai figur yang disebut berpeluang menempati kursi bendahara negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memang memanggil sejumlah tokoh ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa sore. Kehadiran beberapa nama penting tersebut memicu berbagai spekulasi, terutama terkait isu reshuffle kabinet yang belakangan ramai menjadi perbincangan.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menegaskan dirinya tetap menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo. Ia memastikan komitmennya untuk terus bekerja mengelola kebijakan fiskal pemerintah.
“Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” kelakar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).
Purbaya mengaku heran dengan munculnya rumor yang menyebut dirinya akan meninggalkan jabatan Menteri Keuangan. Menurutnya, isu tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh tugas dan tanggung jawab sebagai otoritas fiskal tetap berjalan normal tanpa ada perubahan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut membantah isu pergantian Menteri Keuangan yang beredar dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan pemerintah saat ini lebih fokus menjaga koordinasi antarlembaga ekonomi guna memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.
Prasetyo menyebut sinergi antarotoritas ekonomi menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung.
Dengan adanya sejumlah klarifikasi dari pihak terkait, isu pergantian Menteri Keuangan hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah. Fokus utama pemerintah disebut masih berada pada penguatan ekonomi nasional dan menjaga kepercayaan pasar.