INVERSI.ID – Proses syuting sebuah film biasanya identik dengan ketegangan, fokus penuh, dan kerja serius di balik layar. Tapi pengalaman yang berbeda justru dirasakan Naysilla Mirdad ketika ia harus bekerja bareng sosok penuh energi dan spontan seperti Bunda Corla dalam film drama komedi terbaru, “Mertua Ngeri Kali”. Alih-alih kaku dan tegang, suasana syuting justru penuh tawa, improvisasi, dan kehebohan yang tidak terduga.
Naysilla berbagi cerita bahwa chemistry dirinya dengan Bunda Corla terbangun lewat proses yang tidak selalu terencana. Bahkan dalam beberapa momen emosional, ia mengaku sempat kesulitan menjaga fokus karena ulah spontan sang partner main. Pengalaman unik itu tentu menjadi warna tersendiri dalam perjalanan Naysilla sebagai aktris, terutama ketika film ini menuntutnya berperan sebagai menantu dari karakter Donda, yang dimainkan dengan gaya khas dan penuh persona oleh Bunda Corla.
Film arahan sutradara Key Mangunsong ini sendiri memadukan drama keluarga dengan sentuhan komedi yang khas, menghadirkan konflik antara menantu dan mertua dengan bumbu kekonyolan yang relatable buat penonton Indonesia. Tak heran, cerita di balik layar pun tak kalah menarik dari filmnya.
Syuting Penuh Tawa dan Improvisasi
Naysilla mengungkap salah satu momen paling tak terlupakan saat pengambilan gambar close up yang seharusnya penuh emosi. Dalam adegan itu, ia harus menangis, masuk ke ruang perasaan karakter Andara yang sedang berada di titik rapuh. Namun, fokusnya buyar ketika melihat ekspresi Bunda Corla yang tiba-tiba tertawa kecil tepat di depannya.
“Pas CU aku, mukanya Bunda di depan aku, aku lagi nangis, terus tiba-tiba Bunda ‘terkikik-kikik’. ‘Bun, kenapa sih Bun, ini adegannya nangis Bun, ayo dong Bun tolong fokus Bun’. Terus dia jawab ‘Bunda inget video lucu yang tadi’, itu ada tujuh kali take kali ya Bun,” kenang Naysilla di Jakarta, Kamis.
Tak hanya sekali, adegan itu bahkan harus diulang hingga berkali-kali karena Bunda Corla sulit menahan gelak tawa yang sudah terlanjur menguasai pikirannya. Bagi Naysilla, momen itu lucu sekaligus menantang. Ia harus menjaga kualitas akting sambil menghadapi kejutan demi kejutan yang datang dari lawan mainnya.
Menurut Naysilla, dinamika seperti itu muncul karena proses kerja Bunda Corla yang sangat spontan. Ia menyebut bahwa reading selama dua minggu bersama Bunda sebenarnya lebih ke tahap saling mengenal, bukan sekadar mendalami naskah. Sebab saat kamera sudah menyala, semuanya bisa berubah secara natural sesuai vibe yang dibawa Bunda.
“Itu bukan reading buat skrip, tapi buat pengenalan aja sama Bunda karena begitu di lapangan, situasinya beda lagi, dialognya nanti bisa beda lagi. Tapi seru, dan Bunda juga tetep align sama skrip dan penjiwaannya juga bagus banget, keren banget sih menurut aku,” tutur dia.
Meski penuh improvisasi, Naysilla menilai Bunda Corla tetap mampu menangkap esensi karakter dan menjaga alur cerita. Spontanitas itu justru menghadirkan kejujuran yang membuat beberapa adegan terasa lebih hidup.
Cerita dari Sudut Pandang Bunda Corla
Sementara itu, Bunda Corla tak menampik bahwa ia sempat kesulitan masuk ke adegan emosional, terutama setelah dirinya menonton video lucu dari Naysilla sebelum pengambilan gambar. Momen itu membuat mood-nya berubah drastis dan sulit kembali ke suasana sedih yang dibutuhkan untuk adegan.
“Sebelum akting dia (Naysilla Mirdad) menunjukkan video lucu, jadi Bunda ketawa. Terus Bunda senyum-senyum kecil masih kebayang yang video tadi, itu ada berapa kali take gitu,” ujar Corla.
Kocaknya lagi, Bunda Corla mengaku bahwa kadang ia justru terbawa suasana syuting yang terlalu seru sehingga lupa menahan ekspresi ketika kamera sedang fokus ke lawan main. Itulah yang membuat Naysilla harus menahan tawa dan emosi dalam waktu yang bersamaan.
Meski begitu, kehadiran Bunda Corla memberi warna berbeda dalam proses produksi “Mertua Ngeri Kali”. Sosoknya yang luwes, ceplas-ceplos, penuh kejutan, dan tetap mampu membawakan karakter Donda dengan kuat membuat film ini terasa lebih segar. Para pemain lain seperti Dimas Anggara, Gita Bhebhita, Ozie Zie, Sophie Navita, Siti Fauziah, Bonar Manalu, hingga Farrell Rafisqy ikut merasakan atmosfer syuting yang cair dan menyenangkan.
Interaksi itu juga menjadi alasan mengapa film ini digarap dengan nuansa komedi yang tidak berlebihan namun tetap mencerminkan kehidupan sehari-hari, terutama dinamika menantu versus mertua yang sering kali penuh drama namun tetap hangat.
“Mertua Ngeri Kali”: Drama Komedi Keluarga yang Siap Menghibur Penonton
Film “Mertua Ngeri Kali” yang akan tayang pada 11 Desember 2025 di bioskop Indonesia hadir sebagai sajian drama komedi dengan pendekatan yang lebih fresh. Mengangkat konflik klasik antara menantu dan mertua, film ini membungkusnya dalam cerita yang ringan, dekat dengan kehidupan nyata, namun tetap menawarkan punchline yang segar dari karakter-karakternya.
Naysilla memerankan Andara, seorang perempuan yang harus menghadapi mertuanya, Donda, yang dilakoni Bunda Corla dengan gaya khas yang penuh warna. Hubungan mereka yang pasang-surut, penuh perbedaan karakter, dan sering kali berujung pada miskomunikasi menjadi pusat cerita yang bisa banget relate dengan banyak keluarga Indonesia.
Dengan pengalaman syuting yang penuh tawa dan improvisasi, besar kemungkinan chemistry itu akan tertangkap dengan baik di layar. Penonton akan melihat bagaimana karakter Andara dan Donda saling bersinggungan, bertengkar, berdamai, dan tumbuh satu sama lain sambil memicu banyak momen komedi.
Selain cast utama, film ini juga diperkuat oleh jajaran aktor yang sudah berpengalaman dalam genre drama dan komedi. Kehadiran Key Mangunsong sebagai sutradara juga memberi jaminan bahwa ritme film akan berjalan rapih, dinamis, dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan, terutama penonton muda yang butuh hiburan ringan namun tetap punya makna.
Pemilihan tanggal rilis di akhir tahun pun terasa ideal. Momentum liburan kemungkinan akan membuat film ini menjadi salah satu tontonan keluarga yang paling ditunggu, terutama karena nama besar Bunda Corla yang punya basis penggemar kuat dan Naysilla yang selalu tampil solid dalam setiap perannya.