Jakarta — Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2025 resmi dikukuhkan pada Jumat (5/12/2025) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari. Sebanyak 996 atlet dan ofisial akan mewakili Merah Putih di Thailand, membawa semangat dan doa seluruh rakyat Indonesia.
Para atlet yang berangkat berasal dari 48 cabang olahraga, mulai dari panahan, atletik, voli, renang, hingga wushu. Cabang unggulan seperti bulu tangkis, angkat besi, dan panahan kembali menjadi tumpuan utama untuk mengamankan medali emas.
Target Tinggi: 80–85 Emas untuk Peringkat Tiga Besar
Pemerintah menetapkan target ambisius, yakni 80 hingga 85 medali emas, dengan harapan Indonesia bisa kembali finis di tiga besar klasemen akhir SEA Games 2025. Target ini menjadi acuan bagi kontingen, terutama di 17 cabang olahraga prioritas yang masuk program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Erick Thohir menegaskan bahwa seluruh atlet yang diberangkatkan adalah hasil seleksi ketat — tanpa titipan. Pemerintah juga menyiapkan sistem evaluasi, termasuk kemungkinan promosi-degradasi bagi cabang olahraga yang tidak mampu memenuhi target medali.
Persiapan Semakin Matang: Anggaran Naik, Motivasi Ditingkatkan
Persiapan menuju SEA Games tahun ini diwarnai peningkatan dukungan pemerintah, termasuk penyesuaian anggaran pelatnas yang semula minim menjadi Rp 66 miliar demi memastikan kesiapan 996 atlet dan ofisial.
Chef de Mission, Bayu Priawan Djokosoetono, juga aktif meninjau berbagai pemusatan latihan nasional untuk memastikan kesiapan fisik dan mental atlet. Mulai dari latihan teknik, penguatan fisik, hingga pemulihan cedera, seluruh aspek diperiksa secara detail agar atlet tampil optimal di Thailand.
Tantangan Baru: Pengurangan Nomor & Penyesuaian Strategi
SEA Games 2025 menghadirkan dinamika baru, salah satunya pengurangan beberapa cabang dan nomor pertandingan dibanding edisi sebelumnya. Hal ini membuat beberapa peluang emas Indonesia terpangkas.
Namun pemerintah dan KOI telah menyusun strategi ulang dengan fokus pada cabang yang masih memiliki prospek tinggi. Cabor-cabor non-unggulan pun digarap lebih serius untuk memperluas sumber medali.
Garuda Muda Jadi Sorotan: Timnas U-22 Pertahankan Gelar
Di luar cabor unggulan, perhatian publik juga tertuju pada Timnas U-22 Indonesia, sang juara bertahan SEA Games. Duel awal kontra Filipina dan Myanmar bakal menjadi ujian penting untuk mempertahankan tradisi emas sepak bola di kawasan. Garuda Muda diharapkan tampil agresif sebagai simbol kebangkitan sepak bola nasional.
Semangat Persatuan di Tengah Bencana
Keberangkatan kontingen besar ini tak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga momentum untuk membangkitkan semangat nasional di tengah berbagai bencana yang melanda tanah air. Para atlet diharapkan membawa energi positif, harapan baru, dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.