JAKARTA, INVERSI – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Taufik Hidayat menyambut langsung kepulangan kontingen Indonesia setelah menuntaskan perjuangan pada ASEAN Para Games 2025. Penyambutan berlangsung di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa 27 Januari 2026, dan berlangsung dalam suasana penuh haru serta kebanggaan.
Setibanya di Tanah Air, Wamenpora Taufik mengalungkan bunga kepada Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia Senny Marbun, serta kepada para atlet, pelatih, dan ofisial. Sambutan tersebut menjadi simbol apresiasi negara atas perjuangan dan dedikasi para atlet disabilitas Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia Tenggara.
“Selamat datang kembali di Tanah Air. Kalian adalah pahlawan olahraga dan telah mengharumkan nama bangsa di ASEAN Para Games Thailand,” ujar Taufik dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa pencapaian para atlet bukan hanya membanggakan dari sisi perolehan medali, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, Indonesia berhasil finis di peringkat kedua klasemen akhir dengan perolehan 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu. Hasil tersebut dinilai luar biasa karena melampaui target awal yang telah ditetapkan sebelum keberangkatan kontingen Merah Putih ke Thailand.
Menurut Taufik, capaian tersebut mencerminkan karakter kuat yang dimiliki para atlet. Ia menyoroti nilai-nilai perjuangan yang ditunjukkan sepanjang kompetisi. “Kalian menunjukkan semangat juang, kerja keras, disiplin, dan ketangguhan. Kalian membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi,” katanya.
Wamenpora juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir kepada seluruh anggota kontingen. Ia menjelaskan bahwa Menpora Erick Thohir berhalangan hadir dalam penyambutan karena harus menghadiri rapat kerja bersama DPR pada waktu yang bersamaan.
“Bapak Presiden dan Bapak Menpora menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perjuangan para atlet. Negara hadir dan akan terus mendukung perjuangan atlet disabilitas Indonesia,” ujar Taufik. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kesinambungan pembinaan olahraga disabilitas agar prestasi dapat terus meningkat di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas dukungan penuh yang telah diberikan selama persiapan hingga pelaksanaan ASEAN Para Games 2025. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting di balik keberhasilan kontingen Indonesia.
“Para atlet berangkat ke Thailand atas restu Bapak Presiden dan Bapak Menpora. Kita mendapatkan hasil yang luar biasa, tidak hanya dari sisi medali, tetapi juga dengan keberhasilan memecahkan 25 rekor ASEAN Para Games dan satu rekor Asia,” ujar Senny. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kualitas pembinaan atlet disabilitas Indonesia yang semakin kompetitif.
Senny juga mengapresiasi kerja keras para atlet, pelatih, dan ofisial yang mampu menjaga fokus dan konsistensi sepanjang ajang berlangsung. Ia menegaskan bahwa NPC Indonesia akan terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.
Kepulangan kontingen Indonesia dari ASEAN Para Games 2025 menjadi momentum refleksi sekaligus kebanggaan nasional. Prestasi yang diraih tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan utama olahraga disabilitas di Asia Tenggara, tetapi juga menjadi modal penting untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi seperti Asian Para Games dan Paralimpiade.
Melalui sambutan hangat dan apresiasi yang diberikan, pemerintah berharap semangat juang para atlet dapat terus terjaga. Dukungan berkelanjutan terhadap olahraga disabilitas diharapkan mampu melahirkan prestasi-prestasi baru, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi semangat inklusivitas dan keunggulan di bidang olahraga.