Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmennya untuk mendorong produk-produk olahraga lokal agar dapat bersaing di pasar nasional yang terus berkembang. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Indonesia Sports Summit (ISS) 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu, yang menjadi forum kolaborasi terbesar bagi pelaku industri olahraga di Tanah Air.
Dalam sambutannya, Erick menyoroti besarnya potensi pasar olahraga Indonesia, yang menurutnya harus dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan industri lokal. Ia menekankan bahwa industri olahraga nasional tidak boleh hanya menjadi pangsa impor, tetapi harus menjadi wadah pertumbuhan jenama lokal yang mampu bersaing dengan produk global.
“Pasar kita yang besar ini sedemikian rupa kalau boleh produk-produk lokal naik kelas. Tetapi yang punya produk lokal pun harus punya pemikiran ke depan dengan kondisi pasar yang terbuka, bukan hanya monopoli, enggak bisa,” ujar Erick Thohir.
Sebagai ilustrasi, Erick mencontohkan perkembangan industri olahraga di China yang kini memiliki jenama ANTA. Produk tersebut telah menjadi pemain dominan di pasar domestik bahkan mulai menggeser posisi jenama global seperti Adidas dan Nike. Fenomena ini, menurut Erick, terjadi berkat ekosistem pasar yang kuat dan dukungan terhadap industri lokal.
“Kita lihat bagaimana China sekarang. Sepatu di China, sepatu bola basket ANTA, itu sudah mulai menggerus pasarnya Nike dan Adidas. Nah hal-hal ini terjadi karena pasar domestik kuat,” lanjut Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
Erick kemudian mengajak seluruh pemilik jenama dan pelaku industri olahraga untuk membuka diri terhadap investasi dan membangun ekosistem bisnis yang sehat. Ia mengingatkan bahwa untuk mencapai daya saing, industri harus mampu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menawarkan inovasi.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk impor, tetapi harus mampu mengembangkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan. Dengan demikian, brand lokal dapat memperoleh ruang yang lebih besar untuk tumbuh dan bersaing secara profesional, baik di tingkat nasional maupun global.
Keinginan Erick tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Indonesia Sports Summit 2025 yang menjadi platform kolaborasi pelaku olahraga mulai dari atlet, investor, jenama lokal hingga pemangku kebijakan. Forum ini menyediakan ruang interaksi bagi sektor industri olahraga untuk menjalin jejaring serta menciptakan peluang bisnis baru.
ISS 2025 yang baru pertama kali digelar ini dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (7/12). Melalui forum ini, pemerintah berharap dapat memperkuat fondasi industri olahraga Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya inovasi dan pertumbuhan produk lokal yang dapat menjadi pemain utama di negeri sendiri.
Dengan dukungan pasar domestik yang besar, kebijakan pemerintah yang progresif, dan kesiapan pelaku industri, Erick optimistis bahwa Indonesia mampu menghadirkan ekosistem industri olahraga yang kompetitif dan berkelas dunia.