MEDAN, INVERSI – Kementerian Pertanian (Kementan) segera merehabilitasi lahan pertanian hortikultura di Sumatra Utara (Sumut), yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 kemarin.
”Rehabilitasi ini difokuskan pada kebun cabai, mengingat luas lahan yang terdampak cukup signifikan,” kata Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, M Agung Sanusi saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar secara virtual dikutip Selasa (16/12/2025).
Agung Sanusi berkata, Kementan mencatat sekitar 436,99 hektare tanaman cabai di Sumut terdampak bencana.
Maka itu, pihaknya akan merehabilitasi, disertai sebagian kecil lahan sayuran yang terdampak.
Guna mendukung program tersebut, lanjut Agung, Kementan menyiapkan lebih dari 1.800 sachet bibit cabai, sekaligus membantu pengolahan lahan pertanian.
“Kami bergerak cepat terutama untuk lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Untuk cabai, total sekitar 440 hektare (Sumut 436,99 hektare dan Sumbar 3,04 hektare) InsyaAllah, minggu ini sudah klir semuanya,” ujar dia.
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap program rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana.
Surya berharap langkah ini dapat menekan potensi lonjakan harga pangan, mengingat Sumut masih berstatus daerah bencana.
“Kita akan memberikan dukungan penuh terhadap rehabilitasi lahan hortikultura. Mudah-mudahan melalui kerja sama seluruh pihak, kenaikan harga komoditas di Sumut bisa kita redam,” ujar Surya, yang mengikuti rakor secara virtual dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah terus bekerja keras dalam menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.
Di Sumut, kenaikan harga cabai paling tajam pada minggu kedua Desember terjadi di Kabupaten Nias.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga cabai di daerah tersebut meningkat 119,37 persen dibandingkan minggu kedua November.
Selain Nias, kenaikan harga cabai merah juga terjadi di Nias Utara (43,55%), Padanglawas Utara (36,21%), Padanglawas (30,62%), Tapanuli Selatan (26,63%), Simalungun (26,05%), dan Langkat (23,28%). Kenaikan serupa juga tercatat di Kabupaten Batubara, Mandailingnatal, Tebingtinggi, dan Samosir.
Kementan Segera Rehabilitasi Ratusan Hektare Lahan Pertanian yang Terdampak Bencana di Sumut
Leave a Comment