Jakarta, Inversi – Penyelenggaraan ajang lari trail Siksorogo Lawu Ultra 2025 di lereng Gunung Lawu pada akhir pekan meninggalkan duka mendalam setelah dua peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti perlombaan. Insiden ini mendorong panitia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan lomba, mulai dari jalur yang digunakan hingga penambahan kekuatan tim medis dan evakuasi di lapangan.
Direktur Acara Siksorogo Lawu Ultra 2025, Rachmat Septiyanto, menyampaikan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait. Ia memastikan evaluasi komprehensif akan dilakukan untuk mencegah insiden serupa terjadi pada edisi berikutnya. Rachmat mengatakan bahwa rute lomba, yang tahun ini memiliki beberapa perubahan dan peningkatan tingkat kesulitan, akan menjadi fokus utama evaluasi.
“Evaluasi jelas untuk rutenya akan kita evaluasi lagi yang pertama, terus kemudian untuk tenaga medisnya mungkin akan kita tambah,” ujar Rachmat, dikutip Senin.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan tenaga medis di berbagai titik sangat penting mengingat kondisi geografis dan tantangan lintasan yang ditempuh oleh ribuan pelari.
Selain menambah tenaga medis, panitia juga berencana memperluas jangkauan tim evakuasi. Tim tersebut nantinya akan ditempatkan di lebih banyak titik untuk memastikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
“Tim evakuasi harus kita sediakan di lebih banyak lagi titik-titiknya biar lebih cepat lagi kita bisa menanganinya,” tambahnya.
Rachmat juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta Siksorogo Lawu Ultra 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total peserta mencapai sekitar 5.700 orang dari berbagai daerah, bahkan sejumlah pelari berasal dari luar negeri. Ia mengakui bahwa lonjakan jumlah peserta tersebut berdampak pada kebutuhan personel tambahan yang belum sepenuhnya terpenuhi.
“Karena memang tahun ini pesertanya lebih banyak, makanya mungkin kita kurang personel,” tuturnya.
Panitia menyadari bahwa peningkatan jumlah peserta harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya yang lebih besar, baik dari sisi pengamanan, medis, maupun penunjang lomba lainnya.
Di sisi lain, rute lomba tahun ini mengalami perubahan signifikan. Jarak tempuh yang lebih panjang dan elevasi yang lebih tinggi menciptakan tantangan tambahan bagi para pelari. Kondisi tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang memperberat situasi dan membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Ke depan, panitia berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang, komunitas trail run, dan tenaga medis profesional dalam mengevaluasi seluruh aspek teknis penyelenggaraan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar keselamatan agar Siksorogo Lawu Ultra tetap menjadi ajang bergengsi sekaligus aman bagi seluruh peserta.
Insiden ini tidak hanya menjadi refleksi bagi penyelenggara, tetapi juga membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya standar keselamatan dalam event olahraga ekstrem yang semakin diminati masyarakat. Dengan perbaikan menyeluruh dan kesiapan yang lebih matang, penyelenggara berharap ajang mendatang dapat berjalan dengan lebih aman tanpa mengurangi tantangan alam yang menjadi daya tarik utama lomba ini.