By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam

Pildun 2026Terkini

Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam

Nicholas
By
Nicholas
9 hours ago
Share
4 Min Read
Raut kecewa menyelimuti seluruh pendukung AS yang menonton di FIFA Fan Zone di National Mall Washington DC, ketika AS ditekuk Belgia di babak 16 besar di Stadion Seattle, AS, Senin (6/7). (Foto, dok/www.fifa.com)
SHARE

SEATTLE – Harapan besar publik Amerika Serikat untuk menyaksikan tim nasional putra melangkah jauh di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kepedihan. Di hadapan puluhan ribu pendukung yang memadati stadion di Seattle, Amerika Serikat harus mengakui keunggulan Belgia setelah kalah telak 1-4 pada babak 16 besar, Senin (6/7). Kekalahan itu sekaligus memastikan tidak ada lagi negara tuan rumah yang tersisa dalam perburuan gelar juara.

Sejak awal turnamen, optimisme menyelimuti skuad asuhan Mauricio Pochettino. Bermodalkan pemain-pemain yang tampil di liga-liga elite Eropa, pelatih berpengalaman yang pernah menangani Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, dan Chelsea, serta keuntungan tampil di kandang sendiri, Amerika Serikat diyakini mampu mencetak sejarah baru.

Perjalanan menuju fase gugur pun memberi harapan besar. Kemenangan atas Paraguay, Australia, dan Bosnia-Herzegovina menjadi catatan terbaik tim putra Amerika Serikat di fase grup Piala Dunia. Dukungan suporter juga luar biasa, dengan stadion dipenuhi puluhan ribu penonton dan jutaan warga mengikuti pertandingan melalui layar televisi.

Namun, semua optimisme itu runtuh saat menghadapi Belgia yang tampil jauh lebih efektif. Tim peringkat kesembilan dunia itu langsung menguasai jalannya pertandingan. Baru sembilan menit laga berjalan, Charles De Ketelaere membawa Belgia unggul 1-0 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Amerika Serikat.

Harapan sempat muncul ketika gelandang Malik Tillman mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan bebas indah. Sayangnya, kegembiraan itu hanya berlangsung singkat. Kurang dari dua menit kemudian, De Ketelaere kembali mencetak gol untuk mengembalikan keunggulan Belgia menjadi 2-1.

Petaka berlanjut selepas jeda. Kesalahan fatal penjaga gawang Matt Freese yang keluar dari area penalti dimanfaatkan Hans Vanaken untuk mencetak gol mudah pada menit ke-57. Menjelang pertandingan usai, Romelu Lukaku melengkapi pesta Belgia melalui gol pada masa injury time dan memastikan kemenangan telak 4-1.

Pelatih Mauricio Pochettino tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. “Hari ini kami tidak menunjukkan kualitas yang sebenarnya. Sangat menyakitkan harus tersingkir,” ujar Pochettino dikutip dari The Guardian.

Nada serupa disampaikan kapten tim, Tyler Adams, yang mengakui performa tim jauh dari harapan. “Rasanya sangat menyakitkan. Penampilan kami malam ini tidak bagus secara keseluruhan. Ini bukan yang ingin kami capai. Banyak hal yang seharusnya bisa kami lakukan dengan lebih baik,” kata Adams.

Sebelum pertandingan, Amerika Serikat juga diterpa kontroversi terkait striker Folarin Balogun. Ia sempat dijatuhi larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina. Namun, sehari sebelum laga melawan Belgia, Komite Disiplin FIFA menunda pelaksanaan sanksi tersebut sehingga Balogun tetap bisa tampil.

Baca Juga :

Hanif Sjahbandi Tinggalkan Persija Lebih Cepat, Macan Kemayoran Lepas Gelandang Serbabisa
Pemerintah Perkuat PAUD lewat Anggaran Rp5,1 Triliun

Keputusan itu menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Presiden Donald Trump disebut menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kembali hukuman Balogun. Federasi Sepak Bola Belgia bahkan menyatakan akan mengajukan protes atas keputusan tersebut.

Meski demikian, kapten Tim Ream menegaskan kontroversi tersebut tidak memengaruhi fokus tim. “Kami sepenuhnya fokus pada tim dan pertandingan. Kami tidak terlalu memikirkan apa yang dibicarakan atau diperdebatkan di luar,” ujar Ream.

Pada akhirnya, Belgia membuktikan kualitasnya dan melangkah ke perempat final untuk ketiga kalinya dalam empat edisi Piala Dunia terakhir. Mereka akan menghadapi Spanyol di Los Angeles pada Jumat mendatang.

Sementara bagi Amerika Serikat, kekalahan di Seattle menjadi akhir yang pahit. Bermain di rumah sendiri dengan ekspektasi tinggi, mereka kembali gagal menembus perempat final dan harus menyaksikan mimpi besar para pendukungnya sirna lebih cepat dari yang diharapkan.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
TAGGED:AsBelgiapiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Next Article Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Penalti Emas Mbappe Bungkam Paraguay, Prancis Melaju ke Perempat Final

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index