FOXBOROUGH, Massachusetts — Erling Haaland membuktikan dirinya tidak demam panggung pada penampilan perdananya di ajang Piala Dunia. Striker Norwegia itu langsung mencetak dua gol untuk mengantar timnya meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Irak pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026, Selasa (16/6) di Stadion Gillette, Foxborough, AS.
Bermain dalam pertandingan Piala Dunia pertamanya, penyerang Manchester City tersebut tampil tajam dan menjadi inspirasi kebangkitan Norwegia yang kembali tampil di putaran final setelah absen selama 28 tahun sejak edisi 1998.
Haaland membuka keunggulan Norwegia pada menit ke-29 melalui penyelesaian cerdik memanfaatkan umpan silang David Moller Wolfe. Gol itu disambut meriah oleh lautan suporter Norwegia berbaju merah yang memenuhi stadion.
Irak sempat memberikan perlawanan. Pada menit ke-38, Aymen Hussein sukses menyamakan kedudukan lewat sundulan keras yang membangkitkan harapan tim Asia tersebut untuk menciptakan kejutan.
Namun, Haaland kembali menunjukkan naluri predatornya menjelang turun minum. Ia memanfaatkan kesalahan fatal lini belakang Irak, memotong umpan back pass yang buruk, memenangkan duel dengan kiper Jalal Hassan, lalu menceploskan bola ke gawang untuk membawa Norwegia kembali unggul.
Dua gol tersebut membuat koleksi gol internasional Haaland bertambah menjadi 57 dan semakin menegaskan betapa penting perannya dalam ambisi Norwegia melangkah jauh di turnamen ini.
“Of course I will try,” kata Haaland ketika ditanya mengenai peluangnya memimpin Norwegia dalam petualangan di Piala Dunia.
“It’s about continuing and not thinking too much,” lanjutnya.
Memasuki babak kedua, Norwegia sepenuhnya mengendalikan pertandingan. Mereka menambah gol ketiga pada menit ke-76 melalui sundulan Leo Ostigard yang memanfaatkan sepak pojok Martin Odegaard.
Malam buruk Irak semakin lengkap ketika Aymen Hussein mencetak gol bunuh diri pada menit-menit akhir pertandingan. Gol tersebut memastikan kemenangan telak Norwegia dengan skor 4-1.
Hasil ini menjadi awal yang sempurna bagi Norwegia dalam comeback mereka ke Piala Dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun. Kemenangan tersebut juga menempatkan mereka pada posisi yang kuat di Grup I.
Sebaliknya, bagi Irak yang baru tampil untuk kedua kalinya dalam sejarah Piala Dunia dan pertama sejak 1986, kekalahan ini membuat ruang kesalahan semakin sempit pada laga-laga berikutnya.
Norwegia kini akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat saat berjumpa Prancis pada pertandingan selanjutnya, sementara Irak berusaha bangkit untuk menjaga peluang lolos dari fase grup.