By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027

Internasional

Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi anak main media sosial. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Pemerintah Inggris mengambil langkah tegas dalam upaya meningkatkan perlindungan anak di ruang digital dengan mengumumkan larangan penggunaan media sosial bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun.

Kebijakan tersebut menempatkan Inggris dalam daftar negara yang telah lebih dulu menerapkan pembatasan serupa, seperti Australia, Indonesia, Malaysia, dan Prancis. Aturan baru itu diumumkan melalui pernyataan resmi pemerintah yang dipublikasikan pada Senin (15/6) waktu setempat.

Dalam regulasi tersebut, sejumlah platform media sosial populer tidak lagi dapat diakses oleh anak-anak berusia di bawah 16 tahun. Platform yang masuk dalam daftar pembatasan meliputi Snapchat, TikTok, YouTube, Instagram, Facebook, serta X. Pemerintah Inggris menargetkan aturan tersebut mulai berlaku pada musim semi 2027.

“Ini adalah garis batas. Para raksasa teknologi telah mendapat kesempatan mereka dan gagal, tetapi kami turun tangan untuk melindungi anak-anak, mendukung orang tua, dan menetapkan norma baru bagi generasi mendatang,” ujar Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Pemerintah Inggris menjelaskan bahwa mekanisme pembatasan yang digunakan mengacu pada pendekatan yang sebelumnya telah diterapkan oleh Australia. Aturan ini akan menyasar platform yang berfokus pada interaksi sosial antarpengguna dan memungkinkan distribusi ulang konten yang direkomendasikan oleh algoritma.

Meski demikian, tidak semua layanan digital terdampak kebijakan tersebut. Aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan Signal tetap diperbolehkan digunakan karena tidak masuk kategori media sosial yang dimaksud dalam regulasi baru.

Selain itu, layanan e-commerce, platform streaming musik, serta beberapa layanan digital tertentu yang masuk dalam kategori pengecualian juga tidak akan terkena pembatasan akses bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Tak hanya membatasi media sosial, pemerintah Inggris juga mengumumkan larangan aktivitas siaran langsung atau live streaming bagi seluruh anak berusia di bawah 16 tahun di berbagai platform digital. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurangi risiko interaksi dengan orang asing di internet, termasuk dalam lingkungan permainan daring.

Pemerintah juga memperluas pengawasan terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pengembang chatbot AI yang menyediakan simulasi hubungan seksual atau aktivitas role play dewasa diwajibkan menerapkan batas usia minimum 18 tahun bagi penggunanya.

Baca Juga :

Menaker RI Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Era VUCA
Sinopsis dan Jadwal Tayang Drakor Nothing Uncovered

Sementara itu, fitur percakapan yang membahas topik intim atau konten serupa akan dibatasi secara lebih luas bagi pengguna yang belum mencapai usia 18 tahun.

Di sisi lain, pemerintah Inggris berencana melakukan penelitian lanjutan terkait dampak penggunaan media sosial pada malam hari terhadap anak dan remaja. Kajian tersebut juga akan mencermati fenomena “infinite scrolling”, yaitu kebiasaan menggulir layar secara terus-menerus tanpa batas yang dinilai dapat memengaruhi kesehatan digital pengguna.

Penelitian tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2026 dan akan menjadi dasar bagi kemungkinan kebijakan tambahan di masa mendatang.

“Perusahaan teknologi memiliki banyak sekali kesempatan untuk menjaga keselamatan anak-anak, namun mereka gagal bertindak. Itulah mengapa kami mengambil alih kekuasaan dari raksasa teknologi dan mengembalikannya ke tangan orang tua,” ujar Menteri Teknologi Inggris Liz Kendall.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah terbesar yang diambil Inggris dalam mengatur aktivitas digital anak-anak dan meningkatkan tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap keamanan pengguna usia muda di dunia maya.

You Might Also Like

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya
Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!
Nyaris Dipermalukan Kongo, Harry Kane Selamatkan The Three Lions ke 16 Besar
TAGGED:inggrisKebijakanMedia Sosial
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Masa Depan Elkan Baggott Terjawab, Ipswich Town Resmi Pertahankan Sang Bek
Next Article DPR Setujui Proses Naturalisasi Luke Vickery, Timnas Indonesia Dapat Tambahan Amunisi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026

Bungkam Panama 2-0, Bellingham-Kane Bawa The Three Lions Siaga di Babak Knockout

1 week ago
Internasional

Diduga Ada Bom Perang Dunia II, Operasional Bandara Labuan Malaysia Dihentikan

2 weeks ago
Internasional

Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global

2 weeks ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index