INVERSI.ID – Pemerintah Iran hingga kini belum mengambil keputusan akhir terkait memorandum kesepakatan yang diusulkan dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Sejumlah aspek penting dalam rancangan perjanjian tersebut masih berada dalam tahap evaluasi dan pembahasan di berbagai level pemerintahan.
Informasi itu disampaikan oleh sumber yang mengikuti perkembangan negosiasi antara Teheran dan Washington. Menurutnya, proses peninjauan masih berlangsung sehingga belum ada keputusan resmi yang diumumkan kepada publik.
“Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan,” kata sumber tersebut kepada kantor berita Fars.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah Iran saat ini masih melakukan kajian mendalam terhadap berbagai aspek yang terkandung dalam proposal tersebut, mulai dari sisi politik, hukum, hingga teknis.
“Ia menambahkan bahwa peninjauan terhadap aspek politik, hukum, dan teknis dari proposal yang diajukan masih terus berlangsung.”
Laporan kantor berita Fars menyebutkan bahwa pembahasan rancangan kesepakatan tidak hanya dilakukan oleh para ahli, tetapi juga melibatkan pengambil keputusan di tingkat tinggi yang memiliki kewenangan menentukan arah kebijakan negara.
Trump Sebut Kesepakatan Segera Ditandatangani
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan optimisme terkait proses negosiasi tersebut. Melalui akun media sosial Truth Social pada Sabtu (13/6), Trump menyebut kesepakatan dengan Iran dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu.
Optimisme serupa juga datang dari Pakistan yang saat ini berperan sebagai mediator dalam upaya diplomasi antara kedua negara. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan sangat terbuka dan proses finalisasi berpotensi selesai dalam waktu dekat.
Peran Pakistan dinilai cukup penting dalam menjembatani komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik dan keamanan.
Meski demikian, Iran memberikan sinyal berbeda. Teheran menegaskan bahwa tidak ada rencana penandatanganan kesepakatan pada Minggu sebagaimana yang disampaikan sejumlah pihak.
Pemerintah Iran mengakui bahwa peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka, namun proses tersebut kemungkinan baru dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan setelah seluruh pembahasan rampung.
Fokus Perundingan Iran dan Amerika Serikat
Upaya diplomasi yang dimediasi Pakistan mencakup sejumlah isu strategis yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Pembahasan tersebut antara lain berfokus pada langkah-langkah penghentian permusuhan antara Teheran dan Washington, pembukaan kembali Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran internasional, hingga penyelesaian isu terkait program nuklir Iran.
Selat Hormuz sendiri memiliki peran vital dalam perdagangan energi dunia karena menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas internasional.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar substansi dalam rancangan kesepakatan telah memperoleh persetujuan dari kedua pihak. Namun demikian, mereka juga menilai proses negosiasi berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.
Iran bahkan menuduh Amerika Serikat kerap mengubah posisi dalam perundingan dan mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak konsisten sehingga memperlambat kemajuan pembicaraan menuju kesepakatan final.
Meski masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan, proses diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat terus berlanjut dengan harapan dapat menghasilkan kesepakatan yang mampu meredakan ketegangan dan menciptakan stabilitas yang lebih baik di kawasan Timur Tengah.