INVERSI.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon wisata berbasis seni dan budaya Indonesia yang memiliki standar penyelenggaraan bertaraf internasional.
Menurut Widiyanti, JFC bukan sekadar ajang parade busana, melainkan sebuah ruang kreatif yang mampu memperkuat identitas bangsa, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mempromosikan Indonesia di mata dunia.
“Kita tidak hanya menyaksikan sebuah karnaval. Kita menyaksikan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Saat menghadiri JFC 2026 di Jember, Jawa Timur, pada Minggu (26/7/2026), Widiyanti menegaskan bahwa festival tersebut memberikan kontribusi besar dalam memperkuat citra pariwisata nasional di tingkat global. Selain menjadi magnet wisata, JFC juga dinilai berhasil menggerakkan sektor ekonomi kreatif melalui pemberdayaan pelaku UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga membuka peluang baru bagi industri kreatif.
JFC Jadi Identitas Pariwisata Jember
Sejak pertama kali digelar pada 2003, Jember Fashion Carnaval telah berkembang menjadi salah satu identitas utama pariwisata Kabupaten Jember. Event ini juga dikenal sebagai etalase kreativitas Indonesia yang menampilkan perpaduan fesyen, seni pertunjukan, budaya, dan inovasi dalam satu panggung spektakuler.
Konsistensi penyelenggaraan yang terus meningkat membuat JFC berhasil mempertahankan reputasinya sebagai salah satu agenda wisata unggulan nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilannya masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) selama enam tahun berturut-turut sejak 2021.
Pada 2026, JFC kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara untuk keempat kalinya. Capaian tersebut menunjukkan kualitas penyelenggaraan yang semakin matang, kreativitas yang terus berkembang, serta daya tarik yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Berkontribusi Besar terhadap Ekonomi Daerah
Selain menjadi destinasi wisata unggulan, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Jember.
Data penyelenggaraan tahun 2025 mencatat sebanyak 557.509 wisatawan nusantara dan 284 wisatawan mancanegara menghadiri acara tersebut. JFC juga melibatkan 106 pelaku UMKM, 2.643 pekerja seni, dan 558 tenaga kerja dengan nilai perputaran ekonomi mencapai Rp60,21 miliar.
Melihat dampak positif tersebut, Widiyanti berharap JFC terus berkembang menjadi karnaval fesyen kelas dunia yang mampu memperkuat daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.
Generasi Muda Jadi Motor Kreativitas JFC
Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, mengatakan JFC kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Menurutnya, ajang tersebut telah menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus berkontribusi dalam perkembangan industri kreatif nasional.
“Di tahun ini, 99 persen konten kreatif sudah berada di tangan adik-adik generasi muda. Kami hanya mendampingi agar nilai-nilai Jember Fashion Carnaval tetap terjaga,” katanya.
Jember Fashion Carnaval 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dengan mengusung tema “HEAL: Humanity, Earth and Life”. Tema tersebut mengajak masyarakat membangun hubungan yang lebih harmonis antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya-karya kreatif yang mengangkat pesan pelestarian lingkungan.
Tema itu diwujudkan dalam empat agenda utama dan delapan defile teatrikal yang menampilkan pesan kemanusiaan, keberagaman budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pendekatan tersebut semakin memperkuat peran pariwisata sebagai media edukasi sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang berkualitas, kreatif, dan berkelanjutan.