By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Lulus Sekolah, Sulit Dapat Kerja? Ini Masalah Serius yang Dihadapi Anak Muda Indonesia
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Lulus Sekolah, Sulit Dapat Kerja? Ini Masalah Serius yang Dihadapi Anak Muda Indonesia

Terkini

Lulus Sekolah, Sulit Dapat Kerja? Ini Masalah Serius yang Dihadapi Anak Muda Indonesia

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini merilis video ajakan bagi generasi muda Indonesia untuk berani mengambil tantangan menjelang era bonus demografi 2030–2045. Sayangnya, video tersebut tidak menjelaskan secara rinci bagaimana cara generasi muda bisa benar-benar memanfaatkan peluang tersebut.

Contents
Ijazah Tak Lagi Jaminan“Ordal” Lebih Berarti daripada Kompetensi?Salah Jurusan, Salah PekerjaanBekerja Tapi Tidak SejahteraSaatnya Anak Muda Menuntut Balik

Padahal, realitas hari ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia, khususnya usia 17–24 tahun, menghadapi tantangan yang jauh berbeda dan lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Sosiolog Jerman Ulrich Beck menyebut situasi ini sebagai destandardisasi, ketika jalan hidup “pakem” seperti sekolah, kerja, lalu menikah, tak lagi menjamin keberhasilan.

Kini, generasi muda harus bertarung dalam era penuh ketidakpastian ekonomi tidak stabil, perubahan sosial-budaya yang cepat, serta realita pasar kerja yang semakin kompetitif dan tidak merata.

Ijazah Tak Lagi Jaminan

Meski angka partisipasi pendidikan di kalangan muda meningkat, nyatanya gelar tak otomatis membuka pintu pekerjaan. Data nasional menunjukkan tingkat pengangguran terbuka di kelompok usia 17–24 tahun mencapai 17,32%, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 4,91%. Angka ini juga lebih tinggi dibanding negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Ironisnya, lulusan SMK, yang didesain untuk langsung siap kerja menjadi penyumbang terbesar pengangguran. Perempuan muda pun lebih banyak menganggur dibanding laki-laki, meski capaian pendidikan mereka lebih baik.

“Ordal” Lebih Berarti daripada Kompetensi?

Masalah lain yang tak kalah pelik adalah dominasi jalur orang dalam (ordal) dalam proses rekrutmen kerja. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan 9 dari 10 pencari kerja mengandalkan koneksi untuk mendapatkan pekerjaan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa “siapa yang kamu kenal” lebih penting daripada “apa yang kamu tahu.” Dalam ilmu sosiologi, hal ini disebut sebagai modal sosial. Sayangnya, akses terhadap modal sosial tidak dimiliki semua orang, terutama oleh anak muda dari kelompok marjinal. Akibatnya, mereka semakin tersingkir dari pasar kerja formal.

Salah Jurusan, Salah Pekerjaan

Banyak anak muda juga mengalami career mismatch, yakni ketidaksesuaian antara pendidikan dan pekerjaan. Misalnya, bekerja di bidang yang tak sesuai latar belakang pendidikan, atau justru bekerja di posisi yang memerlukan kualifikasi di bawah kemampuannya.

Kondisi ini membuat anak muda makin rentan. Mereka cenderung ditempatkan di posisi yang tidak strategis, bergaji rendah, dan sulit berkembang karena dianggap “bukan bidangnya.”

Baca Juga :

Bukan Soal Politik Lagi! Krisis Energi Dunia Paksa AS Dorong Gencatan Senjata dengan Iran
Fakta-fakta Anak Vincent Rompies Diduga Terlibat Kasus Bullying, Korban Disundut Rokok

Bekerja Tapi Tidak Sejahtera

Tak hanya sulit mendapatkan pekerjaan, banyak generasi muda juga terjebak dalam kerja tidak layak. Model ekonomi saat ini, terutama di sektor ekonomi digital dan gig economy, menciptakan kelas baru yang disebut prekariat, pekerja tanpa kepastian kontrak, tanpa jaminan sosial, dan dengan gaji di bawah standar.

PHK massal di perusahaan rintisan (startup) setelah pandemi COVID-19 memperparah situasi. Sepanjang 2022, sedikitnya 15 startup besar melakukan PHK. Ditambah lagi, regulasi seperti Omnibus Law justru dianggap memperkuat praktik kerja murah dan memudahkan PHK sepihak.

Saatnya Anak Muda Menuntut Balik

Meskipun berbagai tantangan menghadang, anak muda Indonesia tetap optimistis. Mereka punya aspirasi tinggi terhadap pendidikan dan masa depan karier. Namun, semangat saja tak cukup.

Kini saatnya generasi muda berani menuntut balik. Apa yang sudah dilakukan negara untuk mewujudkan mimpi dan harapan mereka?

Pendidikan tinggi, semangat juang, dan kerja keras bukan lagi jaminan sukses jika sistemnya tidak berpihak. Mungkin, di video berikutnya, Gibran bisa lebih gamblang menjawab ini.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Anak Mudakerja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Remaja 18 Tahun Raup Rp20 Miliar dari Investasi, Ini Kunci Sukses Sulianto Indria Putra
Next Article 19 Pelajar Indramayu Ikuti Pembinaan di Barak Militer Sebagai Upaya Membentuk Karakter Positif
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

15 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index