By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

EkonomiTerkini

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 weeks ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan kebijakan tarif listrik tidak naik dan penurunan BBM Non Subsidi merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Respons publik di media sosial terhadap kebijakan pemerintah kembali memunculkan perbincangan menarik. Jika kenaikan harga barang atau energi biasanya langsung memicu gelombang komentar, kritik, bahkan menjadi topik hangat di berbagai platform, situasinya justru terlihat berbeda ketika pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan yang meringankan beban masyarakat mulai 1 Juli 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan tarif listrik periode 1 Juli hingga 30 September 2026 tetap tidak naik untuk seluruh golongan pelanggan. Selain itu, harga BBM bersubsidi juga dipertahankan, sementara beberapa jenis BBM nonsubsidi justru mengalami penurunan harga.

Namun, di tengah kebijakan tersebut, respons di ruang digital dinilai tidak seramai ketika terjadi kenaikan harga. Perbedaan reaksi inilah yang kemudian menjadi bahan diskusi banyak kalangan mengenai bagaimana masyarakat merespons kebijakan publik.

Dalam kebijakan terbaru, tarif listrik rumah tangga bersubsidi maupun nonsubsidi tetap dipertahankan. Harga Pertalite juga tetap berada di Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Di sisi lain, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian ke bawah. Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, sedangkan Dexlite turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Sementara Pertamax tetap Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 bertahan di Rp17.000 per liter.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah memutuskan tarif listrik triwulan III 2026 tetap atau tidak naik,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Bahlil, keputusan itu mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Evaluasi tarif pelanggan nonsubsidi dilakukan setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan.

Baca Juga :

Timnas MLBB Indonesia Siap Hadapi IESF WEC 2025, Persiapan Masuk Tahap Akhir
BGN Buka Pintu Lebar bagi Relawan Tanpa Batas Usia

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Kebijakan tarif tetap ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan layanan kelistrikan tetap berkelanjutan,” kata Bahlil.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, kondisi fiskal, daya beli masyarakat, dan kondisi perekonomian nasional.

Perbedaan respons publik terhadap kebijakan ini kemudian memunculkan pertanyaan yang ramai diperbincangkan: mengapa ketika harga naik kritik begitu cepat bermunculan, sementara ketika tarif listrik ditahan dan sebagian harga BBM turun, apresiasi di ruang publik justru terasa jauh lebih minim?

Terlepas dari beragam pandangan yang ada, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebijakan publik sering kali lebih mudah menjadi sorotan saat menimbulkan beban tambahan dibanding ketika memberikan keringanan bagi masyarakat.

You Might Also Like

DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia
Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan
Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi
Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri
TAGGED:Bahlil LahadaliaBBM Non SubsidiMenteri ESDMTarif listrik
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Belgia Dinaungi Dewi Fortuna, Sudah Unggul 2-0, Senegal Malah Tragis Tersingkir
Next Article Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

Tak Lagi Sekadar Bank KPR, BTN Genjot Strategi Beyond Mortgage

Nama Bahlil Disoraki Kader PKB, Komen Cak Imin : “Gawat, Banyak Penggemarnya!”

Survei LSI: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

Momen Prabowo Guyon soal “Pemimpin Kancil” Warnai Puncak Harlah ke-28 PKB

Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth

21 hours ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran

3 days ago
Internasional

Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru

3 days ago
InternasionalKesehatan

Kasus Campak di Amerika Serikat Tembus 2.300, Lampaui Rekor Sepanjang 2025

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index