By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

EkonomiTerkini

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
13 seconds ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjelaskan kebijakan tarif listrik tidak naik dan penurunan BBM Non Subsidi merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Foto, generate AI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Respons publik di media sosial terhadap kebijakan pemerintah kembali memunculkan perbincangan menarik. Jika kenaikan harga barang atau energi biasanya langsung memicu gelombang komentar, kritik, bahkan menjadi topik hangat di berbagai platform, situasinya justru terlihat berbeda ketika pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan yang meringankan beban masyarakat mulai 1 Juli 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan tarif listrik periode 1 Juli hingga 30 September 2026 tetap tidak naik untuk seluruh golongan pelanggan. Selain itu, harga BBM bersubsidi juga dipertahankan, sementara beberapa jenis BBM nonsubsidi justru mengalami penurunan harga.

Namun, di tengah kebijakan tersebut, respons di ruang digital dinilai tidak seramai ketika terjadi kenaikan harga. Perbedaan reaksi inilah yang kemudian menjadi bahan diskusi banyak kalangan mengenai bagaimana masyarakat merespons kebijakan publik.

Dalam kebijakan terbaru, tarif listrik rumah tangga bersubsidi maupun nonsubsidi tetap dipertahankan. Harga Pertalite juga tetap berada di Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Di sisi lain, sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian ke bawah. Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, sedangkan Dexlite turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Sementara Pertamax tetap Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 bertahan di Rp17.000 per liter.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah memutuskan tarif listrik triwulan III 2026 tetap atau tidak naik,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Menurut Bahlil, keputusan itu mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Evaluasi tarif pelanggan nonsubsidi dilakukan setiap tiga bulan dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batu Bara Acuan (HBA).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan.

Baca Juga :

Kasus Kanker Paru Meningkat pada Perempuan Non-Perokok, Fakta Mengkhawatirkan
Wamenpora Taufik Tegaskan Komitmen Pemerintah Perkuat Pembinaan Olahraga Disabilitas Nasional

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Kebijakan tarif tetap ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan layanan kelistrikan tetap berkelanjutan,” kata Bahlil.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan melalui evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, kondisi fiskal, daya beli masyarakat, dan kondisi perekonomian nasional.

Perbedaan respons publik terhadap kebijakan ini kemudian memunculkan pertanyaan yang ramai diperbincangkan: mengapa ketika harga naik kritik begitu cepat bermunculan, sementara ketika tarif listrik ditahan dan sebagian harga BBM turun, apresiasi di ruang publik justru terasa jauh lebih minim?

Terlepas dari beragam pandangan yang ada, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebijakan publik sering kali lebih mudah menjadi sorotan saat menimbulkan beban tambahan dibanding ketika memberikan keringanan bagi masyarakat.

You Might Also Like

Belgia Dinaungi Dewi Fortuna, Sudah Unggul 2-0, Senegal Malah Tragis Tersingkir
Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!
AS Jaga Gengsi Tuan Rumah, Menang Perdana di Babak Knockout Piala Dunia sejak 2002
Nyaris Dipermalukan Kongo, Harry Kane Selamatkan The Three Lions ke 16 Besar
Tundukkan Ekuador, Meksiko Akhiri Kutukan 40 Tahun dengan Lolos ke 16 Besar
TAGGED:Bahlil LahadaliaBBM Non SubsidiMenteri ESDMTarif listrik
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Belgia Dinaungi Dewi Fortuna, Sudah Unggul 2-0, Senegal Malah Tragis Tersingkir
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

Gas Industri Dipangkas, Jurus Bahlil Selamatkan Jutaan Pekerja dari Ancaman PHK

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

Pedagang Marketplace Bersiap, Pemerintah Segera Terapkan Kewajiban PPN

Putusan MK: Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tetap Dilakukan Secara Langsung

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Hancurkan Swedia 3-0, Prancis Jadi Monster yang Ancam Semua Kandidat Juara

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Hancurkan Mimpi Pantai Gading! Antar Norwegia Tantang Brasil

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Sayonara Jepang! Pengalaman Seleção Jadi Penentu di Menit-Menit Akhir

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Gol Dramatis Eustáquio Antar Kanada Ukir Sejarah ke 16 Besar Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index