ARLINGTON – Perjalanan panjang Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia akhirnya berakhir dengan cara yang paling menyakitkan. Gol dramatis Mikel Merino pada menit ke-91 membawa Spanyol menang tipis 1-0 atas Portugal dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Arlington, AS, Senin (6/7), sekaligus menutup karier Ronaldo di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Laga yang berlangsung di Texas itu sempat diprediksi berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun, keputusan pelatih Luis de la Fuente memasukkan pemain pengganti menjadi pembeda. Umpan matang Ferran Torres berhasil diselesaikan dengan tenang oleh Merino untuk menaklukkan kiper Portugal, Diogo Costa.
Gol tersebut memastikan Spanyol melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang duel Amerika Serikat kontra Belgia di Los Angeles.
Bagi Ronaldo, pertandingan itu menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia setelah sebelumnya ia memastikan turnamen edisi 2026 merupakan yang terakhir dalam karier internasionalnya. Namun, penyerang berusia 41 tahun itu gagal mengakhiri kisahnya dengan manis.
Sepanjang pertandingan, Ronaldo hanya mencatatkan 19 sentuhan bola — 12 pada babak pertama dan tujuh pada babak kedua, bahkan tidak menyentuh bola lagi setelah menit ke-80. Dari tiga percobaan tembakan yang dilepaskannya, peluang terbaik hadir pada menit ke-37 saat memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan Unai Simón terhadap tembakan João Félix. Namun, Simón kembali menggagalkan upaya sang kapten Portugal.
Secara keseluruhan Portugal hanya mampu membukukan 0,58 expected goals (xG) dari 10 percobaan tembakan. Pelatih Roberto Martínez juga memilih tetap mempertahankan Ronaldo hingga laga usai tanpa memberikan kesempatan kepada Gonçalo Ramos yang sebelumnya tampil impresif.
Keputusan itu kembali memicu sorotan. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Martínez tetap membela pilihannya. “Ketika tim membutuhkan gol, Anda tidak bisa menarik Cristiano Ronaldo. Dia adalah sebuah kehadiran, membuka ruang, dan selalu berbahaya dalam situasi bola mati maupun di dalam kotak penalti,” ujar Martínez.
Namun fakta di lapangan berkata lain. Dalam lima pertandingan Piala Dunia 2026, kontribusi Ronaldo jauh dari dominan. Saat menghadapi lawan-lawan yang lolos ke fase gugur, ia hanya mencetak satu gol melalui titik penalti saat melawan Kroasia.
Sebaliknya, Spanyol kembali menunjukkan kekuatan kolektifnya. Meski bintang muda Lamine Yamal tampil di bawah performa terbaik akibat ketatnya penjagaan Nuno Mendes, kedalaman skuad La Roja kembali menjadi penentu.
Usai pertandingan, Luis de la Fuente memuji sosok Merino yang kembali menjadi pembeda. Mikel Merino tidak pernah mengecewakan kami. Dia memenangkan Euro untuk kami. Dia pemain luar biasa dan kami beruntung memiliki pemain cadangan yang layak menjadi starter di tim nasional mana pun,” kata De la Fuente.
Kemenangan ini juga memperpanjang catatan impresif Spanyol yang belum kebobolan satu gol pun sepanjang Piala Dunia 2026.
Sementara bagi Cristiano Ronaldo, peluit panjang di Arlington bukan sekadar menandai kekalahan Portugal. Itu menjadi akhir dari perjalanan salah satu pesepak bola terbesar sepanjang sejarah di panggung Piala Dunia—sebuah penutup yang dipenuhi kesedihan, jauh dari akhir bahagia yang selama ini diimpikannya.