By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

EkonomiTerkini

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

Nicholas
By
Nicholas
3 weeks ago
Share
3 Min Read
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai gebrakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia untuk segera mengimplementasikan biodiesel B50 berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah, memperbaiki neraca perdagangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. (Foto, dok/pribadi)
SHARE

JAKARTA – Implementasi mandatori biodiesel B50 dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus menopang perekonomian nasional. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai kebijakan tersebut berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah, memperbaiki neraca perdagangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor solar tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara berlebihan.

Dalam keterangannya yang dikutip dari Antara, Minggu (5/7/2026), Josua mengatakan keberhasilan program B50 sangat bergantung pada tata kelola kebijakan yang disiplin dan transparan. “Jika tata kelolanya baik, B50 dapat membantu rupiah dan neraca perdagangan tanpa membebani APBN secara berlebihan,” ujar Josua.

Menurutnya, secara makroekonomi kebijakan mandatori B50 mampu memberikan manfaat besar karena secara langsung menekan kebutuhan impor solar. Langkah tersebut dinilai semakin penting ketika nilai tukar rupiah menghadapi tekanan dan harga minyak dunia bergerak tinggi.

Josua menjelaskan, penghematan devisa dari berkurangnya impor solar berpotensi lebih besar dibanding tambahan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah, terutama apabila harga minyak dunia tinggi, rupiah melemah, dan harga minyak sawit mentah (CPO) tetap berada pada level yang terkendali.

Sejalan dengan percepatan implementasi B50 yang didorong pemerintah di bawah kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Indonesia juga resmi menghentikan impor solar mulai Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit.

Meski demikian, Josua mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu mengantisipasi sejumlah risiko apabila harga CPO melonjak sementara harga minyak dunia justru mengalami penurunan.

“Dalam kondisi seperti itu, biaya campuran biodiesel dapat menjadi lebih mahal daripada solar impor, sehingga pemerintah atau badan pengelola dana sawit harus menanggung selisih lebih besar,” katanya.

Selain itu, peningkatan kebutuhan minyak sawit untuk energi juga perlu diimbangi pengelolaan pasokan yang baik agar tidak memengaruhi ketersediaan minyak goreng dan bahan pangan berbasis sawit.

Dari sisi fiskal, Josua menilai implementasi B50 memberikan manfaat yang signifikan karena mampu mengurangi tekanan impor migas, menjaga cadangan devisa, serta membantu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga :

Orkestra SMP 1 Pontianak Raih Emas Festival Musik Remaja Asia!
Pemerintah Dorong Digitalisasi Pembelajaran

Ia menyoroti kondisi neraca perdagangan Indonesia yang pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar 1,16 miliar dolar AS setelah lebih dari enam tahun mencatat surplus. Defisit tersebut dipicu meningkatnya impor, terutama impor migas akibat kenaikan harga energi global.

Karena itu, menurut Josua, mandatori B50 layak diteruskan sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Namun, evaluasi kebijakan tidak cukup hanya melihat besarnya penghematan devisa.

“Pemerintah perlu membuat perhitungan terbuka antara penghematan devisa, biaya insentif biodiesel, dampak ke harga minyak goreng, dan potensi beban subsidi,” ujarnya.

Dengan tata kelola yang kuat, implementasi B50 dinilai tidak hanya menjadi instrumen transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pengurangan impor energi, peningkatan penggunaan sumber daya domestik, serta menjaga stabilitas fiskal dan nilai tukar rupiah.

You Might Also Like

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian
DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia
Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan
Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia
TAGGED:B50Josua PardedeMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gugur di Wimbledon 2026, Aldila Sutjiadi Fokus Siapkan Misi Baru di US Swing
Next Article Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri

1 day ago
Internasional

Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth

1 day ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran

3 days ago
Internasional

Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index