JAKARTA
Kondisi pasar keuangan Indonesia menunjukkan sinyal positif menjelang libur akhir tahun, ditandai dengan penguatan nilai tukar rupiah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (23/12/2025) di Jakarta. Sentimen ini mencerminkan kepercayaan pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah momentum akhir tahun.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.768 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.777 per dolar AS. Penguatan rupiah mencerminkan pasokan valas yang relatif terjaga serta persepsi pasar yang stabil terhadap kebijakan moneter dan fundamental ekonomi nasional menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru.
Sejalan dengan itu, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengawali perdagangan dengan tren positif. IHSG dibuka menguat 10,81 poin atau 0,13 persen ke level 8.656,65, menandakan minat beli investor masih terjaga meski aktivitas pasar cenderung melandai menjelang libur panjang. Kenaikan ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek kinerja emiten dan ketahanan ekonomi nasional hingga penutupan tahun.
Di sisi lain, indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid tercatat melemah tipis 1,13 poin atau 0,13 persen ke posisi 858,59. Koreksi terbatas ini dinilai sebagai bagian dari profit taking selektif, tanpa mengubah arah umum pasar yang masih bergerak stabil.
Secara keseluruhan, kombinasi penguatan rupiah dan kenaikan IHSG mencerminkan iklim pasar modal dan keuangan Indonesia yang kondusif menjelang akhir tahun. Stabilitas ini menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan investor, sekaligus memberi ruang bagi pasar untuk tetap bergerak sehat di tengah penurunan volume transaksi selama periode libur.