Inversi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas, kenyamanan, dan keamanan masyarakat menjelang dua momentum penting, yakni kedatangan jamaah kegiatan rutin 5 Rajab serta momen libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Melalui kegiatan Coffee Morning yang digelar di Banjarbaru, jajaran pemerintah bersama unsur pimpinan daerah berdiskusi intensif dan menyusun langkah strategis demi memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby hadir secara langsung memimpin jalannya pertemuan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa sinergi antarinstansi merupakan kunci utama untuk menghadapi dua agenda besar tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah bersama semua unsur terkait harus mampu bergerak cepat, solid, dan terkoordinasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung maksimal.
“Kita harus bekerja dengan prinsip gotong royong dan sinergi total. Momen kedatangan jamaah serta libur Natal dan Tahun Baru adalah momen krusial bagi layanan dan ketertiban kota ini,” tegas Wali Kota Lisa Halaby.
Ia menambahkan bahwa seluruh perangkat daerah wajib memastikan aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, hingga kelancaran kegiatan publik benar-benar terjaga. Hal ini penting agar masyarakat maupun jamaah yang datang ke Banjarbaru merasakan pelayanan terbaik.
Suasana Coffee Morning berlangsung hangat namun sarat makna. Para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersama unsur Forkopimda memaparkan kesiapan masing-masing sektor, sekaligus membahas berbagai tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan. Diskusi dilakukan secara terbuka dengan menitikberatkan pada langkah-langkah preventif serta upaya antisipasi dini.
Sejumlah poin penting turut dibahas, mulai dari pengaturan lalu lintas, peningkatan keamanan, penyediaan posko kesehatan, hingga pengamanan pada titik-titik vital kota. Hal ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan lancar, aktivitas ibadah dan perayaan tetap tertib, serta pelayanan publik tidak terganggu.
Pengaturan lalu lintas menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Pemerintah bersama aparat kepolisian menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, baik dari warga lokal maupun pendatang. Selain itu, penempatan petugas di sejumlah titik padat juga disiapkan untuk minimalisir potensi kemacetan dan memastikan arus kendaraan berjalan tertib.
Pada sektor keamanan, Forkopimda menyiapkan langkah pengamanan terpadu. Pengawasan diperketat di area publik, tempat keramaian, rumah ibadah, kawasan pusat kota, serta lokasi-lokasi yang menjadi titik berkumpulnya jamaah dan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh warga.
Tidak kalah penting, kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah menyiapkan posko kesehatan, tenaga medis, serta sarana pendukung sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat. Koordinasi dengan rumah sakit daerah turut diperkuat agar pelayanan kesehatan dapat diberikan dengan cepat dan tepat.
Dalam forum tersebut, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Gusti Rizky Sukma Iskandar menyatakan bahwa kegiatan Coffee Morning ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan manifestasi nyata dari fungsi pengawasan sekaligus dukungan legislatif terhadap kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi antara eksekutif, legislatif, dan unsur Forkopimda adalah modal penting dalam menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan damai.
“Ini adalah momentum kolaborasi eksekutif, legislatif, dan Forkopimda. Tujuannya memastikan semua kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib, sehingga memberikan rasa damai dan kebahagiaan bagi seluruh warga Banjarbaru,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesiapan yang matang akan memberikan dampak positif tidak hanya terhadap keamanan, namun juga terhadap citra kota sebagai wilayah yang mampu mengelola kegiatan besar dengan baik. Terlebih, kedatangan jamaah 5 Rajab diperkirakan akan melibatkan banyak peserta sehingga membutuhkan dukungan sistem yang solid.
Melalui koordinasi yang kuat ini, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama seluruh mitra kerja menyatakan tekad untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bukan hanya demi kelancaran dua momentum penting tersebut, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah dalam memastikan kesejahteraan warganya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Banjarbaru dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, adaptif, dan siap menghadapi berbagai situasi. Dengan kesiapan lintas sektor yang terintegrasi, diharapkan penyelenggaraan kegiatan keagamaan 5 Rajab serta momen libur Natal dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan penuh kebahagiaan bagi seluruh warga.
Pada akhirnya, semangat kebersamaan yang terbangun melalui forum tersebut menjadi energi positif bagi Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menjalankan pelayanan publik. Pemerintah berharap langkah persiapan yang dilakukan dapat memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, serta memastikan bahwa Banjarbaru tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan harmonis dalam setiap momentum penting yang hadir.