Inversi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia kini menjadi sorotan dunia internasional. Lembaga PBB untuk urusan anak-anak, UNICEF (United Nations Children’s Fund), memberikan apresiasi tinggi atas keseriusan Indonesia dalam membangun fondasi generasi masa depan melalui intervensi gizi berskala masif.
Pengakuan ini menegaskan bahwa kebijakan strategis nasional yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah berada pada jalur yang tepat dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju visi Indonesia Emas 2045.
Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menyatakan bahwa komitmen yang ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia merupakan preseden penting bagi kepemimpinan global dalam isu kesehatan ibu dan anak.
“UNICEF mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan gizi ibu dan anak. Program Makan Bergizi Gratis merupakan contoh nyata upaya pemerintah yang sangat ambisius dan memiliki jangkauan skala besar,” ujar Maniza dalam kunjungan kerja di Jayapura, Papua, Rabu (04/02/2026).
Pencapaian Masif dan Dampak Strategis MBG
Hingga Januari 2026, Program MBG tercatat telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di berbagai pelosok Nusantara. Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi dari transformasi layanan publik yang menyasar akar permasalahan kesehatan nasional, yakni stunting dan malnutrisi kronis.
Program ini menjadi instrumen krusial dalam memutus rantai kemiskinan melalui penguatan kapasitas fisik dan kognitif anak sejak dini. Di wilayah Papua, implementasi MBG memiliki urgensi yang lebih spesifik.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan geografis dan sosial, mulai dari prevalensi stunting yang masih tinggi hingga keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dasar.
Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan basis sekolah dan komunitas lewat Posyandu, MBG memastikan anak-anak, ibu hamil, serta ibu menyusui mendapatkan asupan nutrisi rutin, edukasi gizi, dan layanan kesehatan pendukung secara simultan.
Kolaborasi Tripartit: Indonesia, UNICEF, dan Tiongkok
Apresiasi internasional ini disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja delegasi tingkat tinggi yang melibatkan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), UNICEF Indonesia, dan perwakilan Pemerintah Indonesia.
Delegasi melakukan peninjauan langsung ke berbagai titik layanan di Kabupaten dan Kota Jayapura, mencakup institusi pendidikan, pusat kesehatan masyarakat (Posyandu), hingga dapur layanan gizi yang menjadi jantung operasional program ini.
Dukungan signifikan juga datang dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui kemitraan strategis dengan UNICEF. Li Hongwei, Menteri Penasihat Kedutaan Besar RRT untuk Indonesia, menjelaskan bahwa Tiongkok memiliki ikatan empati terhadap perjuangan Indonesia karena pernah menghadapi tantangan serupa di masa lalu.
“Tiongkok pernah berada dalam kondisi ekonomi yang lemah, di mana permasalahan gizi anak menjadi tantangan nasional yang sangat besar. Melalui kerja keras dan konsistensi selama puluhan tahun, kami berhasil melakukan perbaikan fundamental dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak kami,” papar Li Hongwei.
Ia menegaskan bahwa Tiongkok mendukung penuh inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan standar gizi, khususnya bagi anak-anak dan perempuan di Papua.
Kerja sama tripartit ini diharapkan menjadi teladan global tentang bagaimana kolaborasi internasional dapat memberikan manfaat konkret bagi masyarakat di tingkat tapak.
Penguatan Ekosistem dan Kapasitas Teknis
Badan Gizi Nasional memandang kolaborasi dengan mitra internasional sebagai katalisator untuk memperkuat kualitas ekosistem layanan gizi. Sekretaris Utama BGN, Sarwono, menekankan bahwa pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas dari lembaga berpengalaman seperti UNICEF sangat membantu dalam standarisasi operasional di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik beragam.
Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, menambahkan bahwa esensi dari MBG melampaui sekadar pemberian makanan tambahan. “MBG adalah upaya membangun ekosistem layanan gizi yang berdampak jangka panjang.”
“Program ini menjawab kebutuhan mendasar Papua dalam membangun kualitas SDM sejak dini. Ketika asupan gizi diberikan secara konsisten, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar dengan optimal, dan menjadi generasi Papua yang tangguh di masa depan,” jelas Dian.
Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Kunjungan delegasi internasional di Jayapura ini menegaskan kembali bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya menjadi agenda domestik, melainkan bagian dari kontribusi Indonesia terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
Sinergi antara pemerintah, lembaga internasional, dan mitra negara sahabat menjadi fondasi kuat dalam mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Dengan komitmen yang terus diperkuat dan sistem yang semakin adaptif, Program MBG diharapkan tidak hanya mampu mengentaskan masalah gizi di Papua, tetapi juga menjadi model percontohan bagi negara-negara berkembang lainnya dalam mengelola program gizi berbasis komunitas yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.