INVERSI.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berharap ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mampu menghadirkan lebih banyak kerja sama strategis di sektor pariwisata sekaligus memperluas promosi destinasi Indonesia ke pasar internasional.
“Saya berharap BBTF akan menciptakan lebih banyak kerja sama, menghasilkan potensi bisnis yang nyata, dan memperluas pola perjalanan melampaui Bali ke destinasi-destinasi di seluruh Indonesia,” kata Menpar saat membuka BBTF 2026 di Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Widiyanti menilai BBTF telah berkembang menjadi salah satu pameran perjalanan wisata paling penting di Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan selama 12 tahun menjadi bukti kuat bahwa industri pariwisata Tanah Air memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BBTF 2026 mempertemukan 407 buyer dari 44 negara dengan 286 seller yang menawarkan beragam produk wisata Indonesia. Pertemuan tersebut diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru sekaligus memperkuat jejaring industri pariwisata nasional.
“12 tahun perjalanan BBTF bukan sekadar sebuah pencapaian, ini adalah bukti dari konsistensi, kolaborasi, dan keyakinan bersama bahwa sektor pariwisata Indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar global, tidak mengherankan jika saat ini BBTF telah menjadi pasar pariwisata terbesar di Indonesia,” ujar Widiyanti.
Menpar juga mendorong para pelaku industri wisata Indonesia untuk tampil lebih percaya diri dalam mempromosikan potensi pariwisata nasional kepada dunia. Ia meminta para seller tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan dan berkelanjutan.
“Kepada para pembeli internasional, saya mengajak anda (penjual paket wisata) tidak hanya untuk menjual Indonesia, tetapi juga membantu membentuk generasi baru dari pengalaman perjalanan Indonesia. Bali telah membuka pintunya, sekarang saatnya bagi kita untuk melangkah lebih jauh bersama-sama,” tuturnya.
Meski digelar di Bali, pemerintah ingin perhatian wisatawan dunia tidak hanya tertuju pada Pulau Dewata. Indonesia disebut memiliki potensi wisata luar biasa dari ribuan pulau, kekayaan budaya, keanekaragaman hayati, kuliner tradisional, hingga sejarah jalur rempah yang menjadi daya tarik unik di mata wisatawan mancanegara.
“Itulah mengapa pesan kami sangat jelas, Indonesia siap melangkah lebih jauh dari sekadar promosi destinasi menuju kemitraan produk pariwisata, kami tidak hanya mengundang dunia untuk mengunjungi Indonesia, kami mengundang para pembeli, pelaku industri, dan mitra ikut mengurasi, menciptakan bersama, dan mengembangkan pengalaman perjalanan baru di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua BBTF 2026 I Putu Winastra menjelaskan bahwa pameran tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage.
BBTF 2026 berlangsung pada 28 hingga 30 Mei 2026 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua. Agenda utama meliputi business matching antara buyer dan seller, presentasi destinasi wisata, sesi networking, hingga forum strategis industri pariwisata.
“BBTF 2026 bukan sekadar ruang pertemuan antara buyer dan seller, BBTF adalah ruang kepercayaan, akuntabilitas, dan kemitraan,” ucap Winastra.
Ia juga memastikan buyer internasional yang hadir merupakan pelaku industri pariwisata dengan reputasi global dan jaringan distribusi yang luas. Menurutnya, satu buyer memiliki potensi mendatangkan ribuan wisatawan ke Indonesia setiap tahun.
“Melalui BBTF, kami ingin memastikan Bali dan Indonesia tidak hanya dilihat sebagai destinasi yang indah, tetapi juga sebagai mitra pariwisata yang terpercaya, kompetitif, dan bernilai bagi pasar internasional,” tutupnya.
BBTF 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata Indonesia sekaligus membuka peluang promosi destinasi-destinasi baru di luar Bali agar semakin dikenal wisatawan dunia.