INVERSI.ID – Sutradara Bernardus Raka menghadirkan kisah emosional dalam film “Nobody Loves Kay” yang terinspirasi dari perjalanan hidup pro player ONIC, Kairi. Film ini tidak hanya mengangkat dunia e-sports, tetapi juga menyentuh sisi personal tentang perjuangan, tekanan hidup, hingga mimpi anak muda yang ingin membuktikan diri.
Pemeran utama film tersebut, Bima Azriel, menilai cerita dalam “Nobody Loves Kay” akan terasa dekat dengan kehidupan generasi muda, terutama Gen Z yang akrab dengan tekanan sosial dan tuntutan sukses sejak usia muda.
“Isi ceritanya berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih personal,” kata Bima dalam siaran tertulis di Jakarta, Senin.
Bima menjelaskan salah satu alasan film ini mudah diterima anak muda karena menampilkan realitas kehidupan seseorang yang berjuang meraih impian tanpa dukungan privilese, koneksi, maupun fasilitas yang memadai.
Karakter utama bernama Kay yang diperankan Bima Azriel digambarkan berasal dari keluarga sederhana. Orang tuanya bekerja sebagai pekerja migran, sementara Kay berusaha mengejar mimpinya di dunia e-sports hanya bermodal ponsel dan semangat bersama sahabat-sahabatnya.
Selain itu, film ini juga menyoroti tekanan sosial yang sering dihadapi generasi muda ketika ingin mengejar passion yang belum tentu dipahami lingkungan sekitar.
“Di rumah, dia berhadapan dengan orang tuanya yang tidak percaya dengan apa yang ingin dia kejar,” ujar aktor yang pernah berperan sebagai remaja dengan luka yang mendalam dalam film “Mungkin Kita Perlu Waktu” (2024) karya sutradara Teddy Soeriaatmadja itu.
Tak hanya soal perjuangan, “Nobody Loves Kay” juga mengangkat dampak dari ambisi yang berlebihan terhadap hubungan sosial seseorang.
Dalam cerita, ambisi besar Kay untuk memenangkan kompetisi e-sports justru memicu konflik dan merusak persahabatannya dengan Ido yang diperankan Rey Bong serta Aurelio yang dimainkan Joshia Frederico.
Film ini juga menampilkan sisi emosional tentang rasa kesepian, tekanan mental, hingga ketakutan gagal yang kerap dialami generasi muda di tengah budaya media sosial dan fenomena fear of missing out atau FOMO.
Selain itu, film ini membawa pesan tentang semangat bangkit bagi sosok underdog yang sering diremehkan, namun tetap berusaha membuktikan kemampuan mereka kepada lingkungan sekitar.
Selain Bima Azriel, film “Nobody Loves Kay” turut dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama seperti Ario Wahab, Mian Tiara, Aurora Ribero, hingga Melati Sesilia.
Film bergenre drama remaja dan e-sports tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.
Dengan cerita yang dekat dengan realitas anak muda masa kini, “Nobody Loves Kay” diprediksi menjadi salah satu film lokal yang menarik perhatian pecinta film dan komunitas gaming di Indonesia.