By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan

Internasional

Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan

Jack
By
Jack
4 weeks ago
Share
4 Min Read
lustrasi - Deretan bendera negara-negara anggota markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Uni Eropa tengah menghadapi ancaman krisis keuangan serius akibat besarnya pengeluaran untuk berbagai kebijakan strategis, mulai dari program European Green Deal hingga dukungan finansial terhadap Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan anggota Parlemen Eropa asal Rumania, Gheorghe Piperea, pada Senin.

Menurut Piperea, pengeluaran dalam jumlah triliunan euro untuk agenda transisi energi hijau dan bantuan internasional dinilai membebani kondisi ekonomi negara-negara anggota Uni Eropa.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional atau IMF pada Sabtu (23/5) telah memperingatkan Uni Eropa terkait meningkatnya utang publik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi kawasan.

IMF juga meminta negara-negara anggota Uni Eropa untuk mewaspadai lonjakan pengeluaran di sektor pertahanan, energi, dan pensiun dalam 15 tahun mendatang.

Sebagai solusi, IMF mengusulkan kombinasi kebijakan berupa reformasi ekonomi, pinjaman bersama antarnegara anggota, serta pengurangan defisit anggaran.

“IMF sedang berbicara soal risiko kebangkrutan. Hal ini terjadi karena tidak ada yang menghentikan para birokrat UE ketika mereka memaksakan Green Deal yang merugikan, serta ketika mereka menggelontorkan triliunan dolar ke dalam mekanisme ketahanan, vaksin, dan rezim mafia Kiev,” kata Piperea.

Politikus asal Rumania itu juga menilai IMF berencana meningkatkan kontribusi keuangan negara anggota Uni Eropa sekaligus menerapkan pajak langsung baru guna menutupi beban pengeluaran yang terus meningkat.

Piperea menyebut kondisi tersebut berdampak besar terhadap masyarakat biasa yang kini menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari kemiskinan hingga meningkatnya beban hidup.

Ia juga menyoroti dampak keanggotaan Rumania di Uni Eropa dan dukungan terhadap Ukraina yang disebut telah menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi negaranya.

Baca Juga :

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Hari Raya Idul Fitri 1445 H pada 9 April 2024
Mahasiswa Universitas Pertahanan Turun ke Sumatera Utara, Perkuat Akses Air Bersih Pascabencana

“Rencana Ketahanan dan Pemulihan Nasional, yang diluncurkan pada tahun 2021, telah menjadi salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah Rumania. Meskipun kami telah menerima 11 miliar euro (Rp226,9 triliun) dari UE, di mana sekitar 8 miliar euro (Rp164,7 triliun) di antaranya harus dilunasi beserta bunganya selama 30 tahun, kami telah menyetorkan 18 miliar euro (Rp368,3 triliun)ke anggaran UE. Bucharest kemungkinan telah menghabiskan antara 10 miliar (Rp204,5 triliun) hingga 40 miliar euro (Rp818 triliun) untuk perang di Ukraina,” jelasnya.

Piperea mengklaim dana bantuan dari Uni Eropa tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan fasilitas publik di Rumania seperti rumah sakit, jalan, dan infrastruktur lainnya.

“Sisa-sisa industri Rumania dihancurkan habis-habisan dengan dalih dekarbonisasi dan Green Deal. Lebih dari 2 miliar euro (Rp 41 triliun) dialokasikan untuk konsultasi. Ternyata, itu hanyalah presentasi PowerPoint yang dikemas rapi, tanpa manfaat praktis,” kata Piperea.

Ia juga mengkritik rencana proyek baru pemerintah yang disebut akan kembali membebani anggaran negara dengan dalih program persenjataan. Piperea menilai masyarakat terus dicekam ketakutan terkait isu ancaman Rusia.

Pernyataan keras Piperea muncul di tengah krisis politik yang melanda Rumania dalam beberapa waktu terakhir. Situasi memanas setelah pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi ketat yang memicu protes publik.

Pada 5 Mei lalu, parlemen Rumania menyetujui mosi tidak percaya terhadap pemerintahan pro-Eropa yang dipimpin Perdana Menteri Ilie Bolojan.

Pemerintah Bolojan sebelumnya menerapkan kenaikan pajak dan penghapusan sejumlah tunjangan atas permintaan langsung Uni Eropa demi menekan defisit anggaran negara. Kebijakan tersebut memicu gelombang ketidakpuasan masyarakat hingga akhirnya menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan.

You Might Also Like

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Gaza Diumumkan
Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final Meski Trump Optimistis
TAGGED:BangkrutukrainaUni Eropa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tim Peserta Piala AFF U19 2026 Tiba di Medan Jelang Kick Off
Next Article ‘Nobody Loves Kay’ Bukan Sekadar Film E-sports, Ini Cerita Tentang Ambisi dan Mental Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

3 weeks ago
Internasional

Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H

4 weeks ago
Sembilan aktivis dan jurnalis WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang sempat menjadi korban penculikan Tentara Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) ke Gaza, Palestina tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026). (Foto: Dok. IG/Kemluri)
InternasionalTerkini

Pemerintah Pulangkan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, Menlu RI Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warganya

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index