INVERSI.ID – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Borobudur, Magelang, untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Adat Budaya Nusantara yang menjadi bagian utama dari Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2026.
Festival budaya tersebut menghadirkan semangat persatuan, harmoni, dan perdamaian melalui beragam atraksi budaya Nusantara yang memukau masyarakat sepanjang jalannya kirab.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Kabupaten Magelang David Rudianto mengatakan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar dalam membangun kehidupan yang damai dan sejahtera.
Berbagai kontingen budaya dari sejumlah daerah hadir meramaikan acara, termasuk raja-raja Nusantara, tokoh adat, seniman, hingga Putri Indonesia Pendidikan Tahun 2025.
Kirab budaya berlangsung meriah dengan melintasi sejumlah ruas jalan di kawasan Borobudur, mulai dari Jalan Medang Kamulan, Jalan Pramudyawardani, Jalan Balaputradewa hingga menuju kawasan TIC dan Candi Pawon.
Sepanjang perjalanan kirab, masyarakat disuguhkan penampilan pasukan bergodo, pakaian adat khas Nusantara, pertunjukan seni tradisional, hingga simbol-simbol budaya yang menggambarkan kekayaan Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026. Kehadiran para tokoh budaya, seniman, dan masyarakat adat dari berbagai daerah menjadi simbol kuat persatuan bangsa,” katanya.
David menegaskan Borobudur bukan sekadar warisan budaya dunia, tetapi juga simbol peradaban yang mengajarkan nilai harmoni, spiritualitas, dan gotong royong.
Melalui kegiatan kirab budaya tersebut, masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan nilai-nilai luhur budaya leluhur di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 Jeffrey Yunus menyampaikan bahwa festival tahun ini mengangkat tema “One Light, One World”.
Menurut Jeffrey, tema tersebut menggambarkan semangat persatuan umat manusia dalam kehidupan yang saling terhubung.
“Tema ini merefleksikan bahwa seluruh manusia berbagi satu cahaya dan satu kehidupan yang sama. Dari kesadaran itu lahir kasih sayang, harmoni, dan harapan membangun dunia yang lebih damai,” kata Jeffrey.
Ia menjelaskan BPF 2026 dibangun di atas empat pilar utama, yaitu unity atau persatuan, harmony atau harmoni, peace atau perdamaian, serta prosperity atau kemakmuran.
Keempat nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat toleransi antarbudaya sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik secara sosial maupun ekonomi.
“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi kekuatan untuk membentuk masa depan. Karena itu generasi muda harus ikut menjaga kelestarian budaya Nusantara,” katanya.
Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 menjadi salah satu ruang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat pesan perdamaian dunia melalui warisan budaya Nusantara.