HOUSTON – Timnas Jerman mengirim pesan keras kepada seluruh kontestan Piala Dunia 2026. Dalam laga pembuka Grup E di Stadion NRG, Houston, AS, Senin (15/6) Die Mannschaft tampil tanpa ampun dengan menghancurkan debutan Curacao 7-1, sebuah kemenangan telak yang kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
Bagi banyak pengamat, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ini adalah demonstrasi kekuatan khas Jerman, negara yang telah mengoleksi empat gelar Piala Dunia dan terkenal karena kemampuan mereka menghukum lawan tanpa belas kasihan ketika menemukan ritme permainan. Bahkan ESPN menilai laga tersebut sekaligus menunjukkan sisi positif dan negatif dari format Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim, karena jurang kualitas antara tim elite dan pendatang baru terlihat sangat mencolok.
Jerman langsung mengendalikan pertandingan sejak menit-menit awal. Felix Nmecha membuka keunggulan cepat sebelum Curacao sempat menciptakan sejarah lewat gol Livano Comenencia, gol pertama negara Karibia itu sepanjang partisipasi mereka di Piala Dunia. Namun momen manis tersebut hanya berlangsung sesaat. Setelah itu, mesin Jerman bekerja tanpa henti.
Gol demi gol terus mengalir melalui Nico Schlotterbeck, Kai Havertz yang mencetak dua gol, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, serta Deniz Undav. Ketajaman lini depan dan kedalaman skuad Jerman membuat Curacao tak mampu memberikan perlawanan berarti hingga peluit akhir berbunyi.
Penampilan Havertz menjadi salah satu sorotan utama. Penyerang tersebut dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan setelah menyumbang dua gol dan satu assist, membuktikan dirinya masih menjadi senjata mematikan dalam sistem racikan pelatih Julian Nagelsmann.
Selain Havertz, sejumlah pemain muda juga mencuri perhatian. Nathaniel Brown mencatat satu gol dan satu assist dalam salah satu penampilan terbaiknya bersama tim nasional, sementara Musiala menunjukkan kembali kualitasnya sebagai calon bintang besar sepak bola dunia. Bahkan pemain pengganti Deniz Undav mampu menyumbang satu gol dan dua assist hanya dalam waktu singkat di lapangan.
Kemenangan besar ini terasa semakin penting bagi Jerman mengingat perjalanan mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Setelah tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022, Die Mannschaft datang ke Amerika Utara dengan misi memulihkan reputasi mereka sebagai raksasa sepak bola dunia. Hasil 7-1 atas Curacao menjadi langkah awal yang nyaris sempurna menuju tujuan tersebut.
Skor mencolok itu juga mengingatkan publik pada tradisi panjang Jerman dalam mencatat kemenangan besar di panggung dunia. Reuters menyebut kemenangan tersebut sebagai kemenangan perdana Jerman di laga pembuka Piala Dunia sejak 2014, sementara sejumlah laporan mencatat margin kemenangan itu menyamai salah satu kemenangan terbesar mereka dalam sejarah turnamen.
Grup E
| # | Tim | MN | M | S | K | +/- | P | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1 | 1 | 0 | 0 | +6 | 3 | ||
| 2 | 1 | 1 | 0 | 0 | +1 | 3 | ||
| 3 | 1 | 0 | 0 | 1 | -1 | 0 | ||
| 4 | 1 | 0 | 0 | 1 | -6 | 0 |