JAKARTA – Isu kelangkaan batu bara sebagai penyebab gangguan listrik di sejumlah wilayah Indonesia dipastikan tidak benar. Manajemen PT PLN (Persero) telah bertemu langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan mengonfirmasi bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional dalam kondisi aman.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa gangguan kelistrikan yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh masalah rantai pasok energi, melainkan murni kendala teknis pada sejumlah mesin pembangkit yang sedang dalam proses penanganan.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan koordinasi antara Kementerian ESDM dan PLN terus dilakukan untuk memastikan sistem kelistrikan nasional tetap andal dan pasokan energi primer tetap terjaga.
“Hari kemarin juga ada pertemuan kan Pak Menteri dengan PLN. Hari ini kayaknya Pak Dirjen juga lagi ada rapat dengan direksinya (PLN). Secara umum sih nggak ada, seharusnya nggak ada. Kan sejak awal sudah diputuskan berapa kebutuhan PLN batu baranya,” kata Erani kepada wartawan di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (12/6).
Pernyataan tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang mengaitkan pemadaman listrik dengan potensi kekurangan batu bara seperti yang pernah terjadi pada awal 2022. Menurut Erani, kondisi saat ini sangat berbeda karena kebutuhan batu bara PLN telah dihitung dan diamankan sejak awal.
“Nggak, Insyaallah nggak. Pak Menteri kemarin kan sudah menyampaikan pernyataan kan,” tegasnya saat ditanya kemungkinan terulangnya krisis pasokan batu bara.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga telah menegaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi tidak ada kaitannya dengan ketersediaan batu bara. Berdasarkan hasil koordinasi dengan PLN, pasokan energi primer untuk pembangkit tetap tersedia sesuai penugasan pemerintah.
Karena itu, fokus utama saat ini adalah mempercepat perbaikan gangguan teknis pada sistem pembangkit dan jaringan agar layanan listrik kembali normal sepenuhnya.
Langkah transparan yang dilakukan PLN dengan menyampaikan kondisi sebenarnya kepada Kementerian ESDM dinilai penting untuk meredam informasi yang tidak akurat mengenai sektor hulu batu bara. Pasalnya, tuduhan adanya kelangkaan batu bara berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap rantai pasok energi nasional yang saat ini justru berada dalam kondisi stabil.
Koordinasi antara pemerintah dan PLN pun masih terus berlanjut. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dijadwalkan kembali menggelar rapat bersama jajaran direksi PLN guna memastikan seluruh perbaikan berjalan sesuai target.