By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bensin Tetangga Tembus Rp42 Ribu, Heran Jika Pertamax RI Masih Dikeluhkan?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bensin Tetangga Tembus Rp42 Ribu, Heran Jika Pertamax RI Masih Dikeluhkan?

Ekonomi

Bensin Tetangga Tembus Rp42 Ribu, Heran Jika Pertamax RI Masih Dikeluhkan?

Nicholas
By
Nicholas
7 hours ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Di balik kenaikan BBM Non Subdisi di Indonesia, terdapat fakta penting yang kerap luput dari perhatian public bahwa harga Pertamax di Tanah Air masih jauh lebih murah dibandingkan BBM sejenis di sebagian besar negara Asia Tenggara. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Penyesuaian harga Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 memicu beragam respons di masyarakat. Namun di balik kenaikan tersebut, terdapat fakta penting yang kerap luput dari perhatian publik: harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan BBM sejenis di sebagian besar negara Asia Tenggara.

Pemerintah menegaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang mekanisme penetapan harganya berbeda dengan Pertalite maupun Biosolar yang mendapat subsidi negara. Karena itu, harga Pertamax secara alami mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia dan perkembangan pasar energi internasional.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga energi global mengalami tekanan akibat ketidakpastian geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional. Meski demikian, pemerintah memilih menahan harga Pertamax cukup lama agar daya beli masyarakat tidak langsung terdampak oleh gejolak global tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan penyesuaian harga yang dilakukan saat ini merupakan respons terhadap kondisi pasar yang terus berubah.

“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Simon juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk BBM non-subsidi. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap dipertahankan untuk melindungi masyarakat yang membutuhkan.

“Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter,” tegasnya.

Harga Pertamax Masih Jauh Lebih Kompetitif

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN, harga Pertamax di Indonesia masih tergolong sangat kompetitif.

Berdasarkan data per 11 Juni 2026, harga Pertamax berada di level Rp16.250 per liter. Angka tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan:

  • Filipina: Rp22.158 per liter
  • Myanmar: Rp25.085 per liter
  • Thailand: Rp28.910 per liter
  • Laos: Rp31.945 per liter
  • Singapura: Rp42.971 per liter

Perbandingan ini menunjukkan meskipun terjadi penyesuaian harga, konsumen Pertamax di Indonesia masih menikmati BBM dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan negara-negara tetangga.

Baca Juga :

Profil Yusak Kristian, Presdir Isuzu Awali Karier Bukan dari Dunia Otomotif
Tips Mendukung Pengobatan Anak yang Menderita Kanker

Pengamat energi menilai penting bagi masyarakat untuk memahami perbedaan mendasar antara BBM subsidi dan non-subsidi. Pertalite dan Biosolar mendapatkan perlindungan APBN sehingga harga jualnya tidak sepenuhnya mengikuti pasar.

Sebaliknya, Pertamax merupakan produk komersial yang harga jualnya harus menyesuaikan biaya pengadaan dan distribusi yang dipengaruhi harga minyak dunia.

Karena itu, penyesuaian harga Pertamax bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari mekanisme pasar energi yang berlaku hampir di seluruh negara.

Di tengah gejolak global yang masih berlangsung, pemerintah dan Pertamina menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan energi nasional sekaligus mempertahankan subsidi bagi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Dengan demikian, stabilitas APBN tetap terjaga dan ruang fiskal pemerintah dapat terus digunakan untuk membiayai program-program prioritas serta perlindungan sosial bagi masyarakat luas.

You Might Also Like

Stok Beras Indonesia Melimpah, Pedagang Diingatkan Jangan Mainkan Harga
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Mati Listrik Bukan karena Batu Bara, PLN Akui Murni Gangguan Mesin
Bukan 1998! Menkeu Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Masih Ekspansi
Ekonom: BBM Subsidi Jangan Diganggu, Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat
TAGGED:ASEANBBM Non SubsidiPertamax
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mati Listrik Bukan karena Batu Bara, PLN Akui Murni Gangguan Mesin
Next Article Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka

Sejak April, Bahlil Sudah Kasih Kode! Publik Tak Perlu Kaget Jika Pertamax Disesuaikan

Usai Temui Presiden di Istana, Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik

Pelaku Tambang Sumringah! Kebijakan Baru ESDM Dinilai Jaga Produksi Tetap Jalan

Prabowo Perintahkan Harga Subsidi Tetap, Bahlil Pasang Badan untuk Rakyat

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat

4 days ago
EkonomiTerkini

Pertalite Aman Sampai Akhir Tahun! Purbaya: BBM Subsidi Tak Akan Naik

4 days ago
Terkini

Pertamax Naik, Tapi Tenang! Harga RI Masih Termurah di ASEAN

5 days ago
Ekonomi

Sentimen Global Positif Dorong IHSG Hijau, Investor Cermati Inflasi AS

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index