By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Ekonom: BBM Subsidi Jangan Diganggu, Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Ekonom: BBM Subsidi Jangan Diganggu, Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat

Ekonomi

Ekonom: BBM Subsidi Jangan Diganggu, Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
4 Min Read
Arsip - Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Guru Besar Ekonomi Mikro Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Eeng Ahman, menilai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green merupakan langkah yang wajar dari sisi bisnis di tengah tekanan ekonomi global yang terus meningkat.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga ketersediaan dan stabilitas harga BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, sebagai instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dalam teori ekonomi, ketika suatu barang menjadi makin langka atau biaya memperolehnya meningkat, maka harga cenderung naik. Begitu pula untuk barang impor, pelemahan nilai mata uang domestik akan meningkatkan biaya pengadaan,” kata Eeng saat dihubungi dari Bandung, Sabtu.

Menurut Eeng, kenaikan harga minyak mentah dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, telah meningkatkan biaya impor energi yang harus ditanggung Indonesia.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada struktur biaya di sektor energi, sehingga perusahaan yang bergerak dalam mekanisme pasar, termasuk Pertamina, perlu melakukan penyesuaian harga untuk menjaga keberlanjutan operasional dan menghindari potensi kerugian yang lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa keputusan menaikkan harga BBM non-subsidi harus dilihat sebagai bagian dari strategi korporasi dalam menghadapi perubahan kondisi pasar global yang tidak menentu.

Meski begitu, Eeng mengingatkan bahwa dampak kenaikan harga BBM dapat merembet ke berbagai sektor ekonomi, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi, hingga industri kuliner yang sangat bergantung pada biaya distribusi dan operasional.

Karena itu, menurutnya diperlukan langkah-langkah mitigasi agar efek lanjutan terhadap masyarakat tidak semakin besar.

“Dalam jangka pendek, yang paling realistis adalah mendorong efisiensi penggunaan BBM, baik oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga :

MoU RI-Korsel: Goyang Siapkan Hub Distribusi Kopi 2028, Ekspor RI Diakselerasi
Fakta-fakta 4.988 BTS 4G dan Stasiun Bumi Satria-1 yang Bakal Diresmikan Jokowi

Lebih lanjut, Eeng menegaskan bahwa pemerintah sebaiknya tidak melakukan perubahan terhadap kebijakan BBM bersubsidi dalam waktu dekat. Menurutnya, subsidi energi saat ini masih menjadi penyangga utama bagi masyarakat rentan dan pelaku usaha kecil.

Keberadaan Pertalite dan Biosolar dinilai memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menahan laju inflasi, khususnya pada sektor pangan yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya distribusi.

Selain fokus pada solusi jangka pendek, Eeng juga mendorong pemerintah mempercepat langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah meningkatkan kapasitas produksi energi dalam negeri dan memperluas pembangunan fasilitas pengolahan energi domestik.

“Dalam jangka panjang pemerintah harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi energi domestik dan upaya mencapai swasembada energi,” ucap Eeng.

Menurutnya, kemandirian energi menjadi faktor krusial agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada dinamika harga komoditas global yang kerap berfluktuasi akibat situasi geopolitik maupun ekonomi dunia.

Eeng menambahkan bahwa swasembada energi dan ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang lebih kuat. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai ketidakpastian global di masa mendatang.

Di tengah gejolak harga energi dunia, keseimbangan antara keberlanjutan bisnis sektor energi dan perlindungan terhadap masyarakat menjadi tantangan yang harus dikelola secara cermat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan masyarakat.

You Might Also Like

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian
DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia
Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan
Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang
TAGGED:Kenaikan BBMKenaikan PertamaxPertamax
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Next Article Bangkit dari Ketertinggalan, Ana/Trias Melaju ke Final Australian Open 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

Tak Lagi Sekadar Bank KPR, BTN Genjot Strategi Beyond Mortgage

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional

5 days ago
Ekonomi

Tabung CNG Akan Dibuat PT Pindad? Ternyata Sudah Lama Produksi Tabung Gas Nasional

5 days ago
Ekonomi

Bandara Husein Bandung Resmi Beroperasi Lagi Mulai Agustus 2026, Layani Rute Domestik dan Regional

6 days ago
Ekonomi

Dedi Mulyadi Siapkan Kertajati Jadi Pusat Industri Pertahanan, Husein Fokus Penerbangan Komersial

6 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index