INVERSI.ID – Penyerang Brasil Vinicius Junior semakin mendekati puncak klasemen Sepatu Emas Piala Dunia 2026 setelah tampil gemilang pada laga terakhir Grup C. Dua gol yang dicetaknya saat Selecao mengalahkan Skotlandia membuat namanya kini berada di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen.
Tambahan dua gol tersebut membuat koleksi Vinicius meningkat menjadi empat gol sepanjang kompetisi. Catatan itu diraih hanya dalam 293 menit bermain dan menjadikannya salah satu kandidat terkuat untuk meraih penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Jumlah gol Vinicius sejajar dengan torehan penyerang Prancis Kylian Mbappe dan mesin gol Norwegia Erling Haaland. Mbappe telah mengemas empat gol dalam 199 menit bermain, sementara Haaland membukukan jumlah yang sama dalam 207 menit.
Meski memiliki jumlah gol identik, Vinicius unggul dalam kontribusi keseluruhan karena telah mencatatkan satu assist selama turnamen berlangsung. Faktor tersebut membuat pemain Real Madrid itu berada di posisi yang lebih baik dalam persaingan sementara.
Namun, ketiga pemain tersebut masih harus mengejar kapten Argentina Lionel Messi yang hingga kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak. Bintang Albiceleste itu telah mengoleksi lima gol hanya dalam 187 menit bermain, menjadikannya kandidat utama peraih Sepatu Emas untuk sementara waktu.
Persaingan menuju penghargaan individu bergengsi itu juga semakin ketat karena sejumlah pemain lain terus memberikan tekanan dari bawah klasemen. Beberapa nama telah mengumpulkan tiga gol dan siap meramaikan perebutan gelar top skor saat memasuki fase gugur.
Mereka adalah penyerang Jerman Deniz Undav, talenta muda Swiss Johan Manzambi, striker Brasil Matheus Cunha, gelandang serang Maroko Ismael Saibari, serta bomber Kanada Jonathan David.
Dengan masih tersisa sejumlah pertandingan di babak knockout, peluang mereka untuk menambah jumlah gol terbuka lebar. Kondisi tersebut membuat perebutan Sepatu Emas diprediksi berlangsung sengit hingga fase akhir turnamen.
Sementara itu, posisi ke-10 ditempati pemain sayap Belanda Crysencio Summerville. Ia mengoleksi dua gol dan satu assist, yang membuatnya unggul atas sejumlah pemain lain dengan jumlah gol serupa berkat kontribusi tambahan serta efisiensi waktu bermain.
Di kelompok pemain dengan satu gol, nama penyerang Swedia Alexander Isak menjadi sorotan tersendiri. Meski baru mencetak satu gol, Isak menunjukkan peran penting dalam membangun serangan dengan torehan tiga assist.
Catatan tersebut menjadikannya salah satu pemain paling produktif dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekannya sepanjang turnamen sejauh ini.
Berakhirnya fase grup bagi sebagian besar peserta membuat persaingan menuju Sepatu Emas adidas Piala Dunia 2026 dipastikan akan semakin menarik. Setiap gol di babak gugur berpotensi mengubah peta persaingan dan menentukan siapa yang akhirnya keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.