PHILADELPHIA – Pertarungan dua tim yang sama-sama bukan unggulan di Grup E Piala Dunia 2026 berakhir dengan senyum lebar Pantai Gading. Bertanding di Philadelphia Stadium, Philadelphia, AS, Kamis (25/6/2026) waktu setempat, wakil Afrika itu menang meyakinkan 2-0 atas Curacao sekaligus memastikan tiket bersejarah ke babak 32 besar.
Kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar Pantai Gading karena untuk pertama kalinya mereka berhasil menembus fase gugur Piala Dunia.
Bintang kemenangan Les Éléphants adalah Nicolas Pepe. Penyerang berusia 31 tahun itu mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-7 dan menit ke-64.
Gol pertama lahir setelah aksi apik talenta muda Yan Diomande yang membuka ruang di lini pertahanan Curacao. Sementara gol kedua tercipta melalui kerja sama cepat Pepe dengan Ibrahim Sangare yang memastikan kemenangan Pantai Gading.
Hasil ini mengantarkan Pantai Gading finis sebagai runner-up Grup E. Keberhasilan mereka juga tak lepas dari kejutan di laga lain, saat Ekuador mampu mengalahkan Jerman.
Pantai Gading kini tinggal menunggu lawan antara Prancis atau Norwegia pada babak 32 besar yang akan digelar di Dallas.
Selain memastikan kemenangan timnya, Nicolas Pepe juga menorehkan catatan bersejarah. Ia menjadi pemain Pantai Gading kedua yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia setelah Aruna Dindane melakukannya ke gawang Serbia pada edisi 2006.
Pada usia 31 tahun 27 hari, Pepe juga menjadi pemain Afrika tertua kedua yang mencetak dua gol dalam satu laga Piala Dunia, hanya kalah dari legenda Kamerun, Roger Milla, yang melakukannya saat berusia 38 tahun melawan Kolombia pada 1990.
Pelatih Curacao, Dick Advocaat, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia. “Kami memainkan tiga pertandingan melawan tiga tim kelas dunia dan para pemain tampil luar biasa. Mereka bekerja sangat keras hari ini melawan tim yang lebih baik, tetapi justru kami menciptakan peluang yang lebih bagus. Kami hanya kurang sedikit keberuntungan,” ujar Advocaat dikutip dari The Guardian.
Ia menilai perbedaan kualitas individu menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. “Mereka memiliki dua penyerang yang nilainya mencapai 150 juta dolar AS dan itu menggambarkan kualitas pemain mereka. Saya sangat puas dengan para pemain saya. Mereka membuat Curacao bangga. Tantangan berikutnya adalah terus bekerja keras dan mencari pemain-pemain baru yang ingin membela Curacao. Kami hanya membutuhkan sedikit kualitas tambahan,” katanya.