JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bergerak cepat meluruskan isu liar yang ramai beredar di media sosial terkait kabar kendaraan dengan kapasitas mesin 1400 CC ke atas dilarang membeli BBM subsidi jenis Pertalite.
Melalui klarifikasi resminya, BPH Migas menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah tidak pernah mengeluarkan regulasi maupun pengumuman resmi yang melarang mobil 1400 CC ke atas membeli Pertalite. Informasi yang beredar disebut sebagai disinformasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meredam kepanikan publik sekaligus menghentikan spekulasi liar yang sempat membuat resah masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan harian dan pelaku transportasi.
Dalam unggahan resminya, BPH Migas menegaskan bahwa masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Hingga saat ini belum ada perubahan ketentuan terkait pembelian BBM subsidi Pertalite,” tulis BPH Migas dalam klarifikasinya melalui media sosial resmi.
BPH Migas juga mengimbau masyarakat agar menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai kebutuhan. Pemerintah menekankan bahwa subsidi energi diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas sehingga penggunaannya harus tetap wajar dan bertanggung jawab.
Isu pelarangan kendaraan 1400 CC ke atas membeli Pertalite sebelumnya viral di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan netizen. Banyak pengguna khawatir kebijakan baru itu akan berdampak pada biaya transportasi harian mereka.
Namun BPH Migas memastikan kabar tersebut bukan berasal dari pengumuman resmi pemerintah. Hingga kini, aturan pembelian Pertalite masih mengacu pada ketentuan yang berlaku sebelumnya.
Langkah cepat klarifikasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas informasi publik di tengah maraknya penyebaran hoaks terkait subsidi BBM. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa informasi melalui kanal resmi Kementerian ESDM, BPH Migas, maupun Pertamina sebelum mempercayai isu yang beredar di media sosial.
Di tengah meningkatnya konsumsi BBM subsidi, pemerintah terus mendorong penggunaan energi yang tepat sasaran tanpa menimbulkan keresahan publik akibat informasi yang tidak valid.
“Gunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai kebutuhan,” imbau BPH Migas.