INVERSI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyiapkan berbagai agenda spesial untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Jakarta. Perayaan lima abad ibu kota itu akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas seni, tokoh lintas agama, hingga kelompok budaya sebagai wujud keberagaman yang menjadi identitas Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan serta menegaskan Jakarta sebagai kota yang terbuka bagi seluruh warganya.
Menurut Rano, perayaan lintas budaya dan agama menjadi simbol keharmonisan yang telah tumbuh di tengah masyarakat Jakarta.
Salah satu kegiatan yang telah lebih dulu digelar adalah penampilan paduan suara Christmas Carol di kawasan Bundaran HI yang melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai komunitas.
Setelah itu, berbagai perayaan budaya dan keagamaan juga terus digelar, mulai dari perayaan Imlek, parade ogoh-ogoh, kegiatan Ramadan, Festival Beduk, hingga peringatan Hari Raya Waisak.
“Sesungguhnya, ini merupakan bentuk kolaborasi dan kecintaan masyarakat Jakarta terhadap kotanya,” kata Rano.
Dalam rangka menyambut puncak peringatan lima abad Jakarta pada 2027, Rano menargetkan sedikitnya 500 anggota komunitas Swara Jakarta 80 tampil di kawasan Bundaran HI.
“Saya minta tahun depan Swara Jakarta 80 tampil di Bundaran HI dengan minimal 500 orang,” ujar Rano.
Swara Jakarta 80 merupakan komunitas paduan suara yang beranggotakan para alumni SMA se-Jabodetabek angkatan 1980 hingga 1989. Komunitas binaan Rano Karno tersebut dikenal membawakan lagu-lagu populer era 1980-an yang dipadukan dengan lagu tradisional Betawi melalui aransemen musik yang lebih modern.
Rano juga mendorong agar komunitas tersebut membentuk cabang di lima wilayah kota administrasi Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Langkah itu diharapkan dapat memperluas ruang ekspresi seni bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas melalui kegiatan musik.
Menurut Rano, penampilan Swara Jakarta 80 dalam kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran komunitas tersebut dinilai mampu menghidupkan ruang publik sekaligus menghadirkan hiburan yang dekat dengan warga.
Ia menambahkan, antusiasme terhadap komunitas paduan suara juga mulai terlihat di berbagai wilayah Jakarta. Karena itu, Rano berharap Swara Jakarta 80 dapat berkembang secara merata di seluruh kota administrasi.
“Bila memungkinkan, saya ingin jumlahnya mencapai 1.000 orang agar gaung paduan suara benar-benar terasa,” ungkap Rano.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berharap perayaan HUT ke-500 Jakarta menjadi momen bersejarah yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, keberagaman, dan identitas budaya ibu kota.