By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan

Ekonomi

Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 hours ago
Share
4 Min Read
(Ilustrasi) Kapal tongkang pengangkut batubara melintasi Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Kementerian ESDM dan PLN menegaskan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara tidak jadi penyebab gangguan pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan. (Foto, Antara/Nova Wahyudi)
SHARE

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara tidak menjadi penyebab terganggunya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Keduanya bahkan membeberkan data yang menunjukkan pemerintah telah menyiapkan pasokan jauh di atas kebutuhan PLN.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026), sebagai respons terhadap anggapan bahwa kebijakan relaksasi RKAB berdampak pada pasokan batu bara untuk sektor kelistrikan.

Bahlil menegaskan pemerintah tetap menempatkan kebutuhan dalam negeri sebagai prioritas utama sebelum memenuhi permintaan pasar lainnya. Menurutnya, relaksasi RKAB justru dirancang dengan memperhitungkan keseimbangan antara produksi dan kebutuhan nasional.

“Jadi jangan lagi ada orang membangun persepsi seolah-olah RKAB itu berdampak pada PLN. Ini Dirut PLN sudah menyampaikan. Karena kita prioritaskan dalam negeri, termasuk industri-industri lainnya,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa setiap tambahan produksi batu bara melalui kebijakan relaksasi tetap diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan domestik, khususnya pembangkit listrik milik PLN dan industri nasional. Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak mengurangi jaminan pasokan energi bagi masyarakat.

Pernyataan Bahlil diperkuat oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, yang memaparkan data kebutuhan batu bara perusahaan. Menurutnya, PLN membutuhkan sekitar 152 juta ton batu bara per tahun, sementara pemerintah telah menetapkan penugasan produksi lebih dari 200 juta ton bagi para pemasok.

“Jadi kebutuhan batu bara untuk PT PLN (Persero) per tahun 152 juta ton. Dan saat ini sudah ada penugasan lebih dari 200 juta ton. Dari kebutuhan 152 juta ton itu, hampir semuanya tercukupi, Pak. Saat ini sedang berproses,” ujar Darmawan.

Ia menambahkan, proses kontrak antara PLN dan para pemasok kini hampir seluruhnya rampung. PLN juga terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), agar seluruh pasokan dengan spesifikasi yang dibutuhkan pembangkit dapat segera terpenuhi.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari Pak Menteri ESDM, kemudian juga Pak Dirjen Minerba sehingga kontrak untuk memenuhi 152 juta ton per tahun dengan spesifikasi yang sesuai dengan pembangkit, baik milik PLN maupun milik mitra kami, dalam proses yang sangat cepat sekali dan insya Allah terpenuhi,” kata Darmawan.

Baca Juga :

SMBC Indonesia! Personal Approach Kunci Naik Kelas UMKM
Soal Batalnya Piala Dunia U-20, Gubernur Bali: FIFA Sudah Memutuskan

Percepatan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah PLN sebelumnya menghadapi kendala pasokan batu bara berkalori menengah yang sempat memengaruhi keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Melalui koordinasi intensif dengan Kementerian ESDM dan Direktorat Jenderal Minerba, distribusi batu bara kini terus dipercepat ke berbagai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), seperti PLTU Lontar, Labuan, Suralaya, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, Indramayu, Paiton, Rembang, Pacitan, hingga Tanjung Awar-Awar.

Dengan data penugasan yang mencapai lebih dari 200 juta ton, sementara kebutuhan PLN sekitar 152 juta ton per tahun, pemerintah menegaskan pasokan batu bara nasional tetap dalam kondisi aman. Bahlil dan Darmawan pun menilai anggapan bahwa relaksasi RKAB menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, karena kebijakan tersebut tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

You Might Also Like

BRI Perkuat Benteng Lawan Judi Online, Andalkan Teknologi untuk Putus Aliran Dana
Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun
Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan
Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!
Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM
TAGGED:Kementerian ESDMPLNRKAB BatubaraSektor Kelistrikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak
Next Article Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Kongres GP NasDem, Saan Mustopa Tegaskan Target Partai Raih Tiga Besar Pemilu 2029

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dinilai Tepat Dilanjutkan Setelah KUHAP Baru Berlaku

HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta, Pemerintah Siapkan Konsep dengan Kejutan

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN

Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

Disorot Said Didu, Ini Alasan Bahlil Ketat Atur Kuota Timah Demi Nilai Tambah Nasional

Investasi Rp1.010 Triliun Belum Cukup! Proyek Harus Segera Jalan agar Ekonomi Tak Mandek

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

Setoran Negara Melesat! ESDM Kantongi Rp85,58 Triliun di Pertengahan 2026

3 days ago
EkonomiTerkini

Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi

5 days ago
EkonomiTerkini

Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung

5 days ago
Ekonomi

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index