By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Tabung CNG Akan Dibuat PT Pindad? Ternyata Sudah Lama Produksi Tabung Gas Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tabung CNG Akan Dibuat PT Pindad? Ternyata Sudah Lama Produksi Tabung Gas Nasional

Ekonomi

Tabung CNG Akan Dibuat PT Pindad? Ternyata Sudah Lama Produksi Tabung Gas Nasional

Nicholas
By
Nicholas
2 hours ago
Share
4 Min Read
Prototipe tabung CNG Merah Putih siap diproduksi PT Pindad yang sejak lama sudah membuat tabung gas LNG untuk ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram. (Foto, dok/Lemigas)
SHARE

JAKARTA – Rencana pemerintah menggandeng PT Pindad (Persero) dalam proyek pembuatan tabung compressed natural gas (CNG) Merah Putih berkapasitas 3 kilogram (kg) memunculkan berbagai pertanyaan di masyarakat. Namun, rekam jejak perusahaan pelat merah itu menunjukkan bahwa keterlibatan Pindad bukanlah hal baru. Selain dikenal sebagai produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista), Pindad telah lama memiliki pengalaman memproduksi tabung gas komersial untuk mendukung program energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan kerja sama dengan Pindad sebagai bagian dari upaya mempercepat program substitusi impor liquefied petroleum gas (LPG) melalui pengembangan CNG Merah Putih.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026). “Kita akan melakukan [kerja sama] dengan Pindad nanti, tetapi masih cek dahulu di sana [China]. Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Bahlil.

Pelibatan Pindad dinilai sejalan dengan pengalaman panjang perusahaan tersebut di sektor manufaktur tabung gas. Pada 2015, ketika pemerintah menjalankan program konversi minyak tanah ke LPG 3 kilogram, Pindad dipercaya menjadi salah satu produsen utama tabung LPG untuk PT Pertamina (Persero).

Saat itu, Kementerian ESDM menugaskan Pindad untuk mendukung percepatan distribusi tabung LPG di berbagai daerah yang belum terlayani secara optimal, seperti Aceh, Sulawesi, dan Papua, sekaligus memperkuat industri manufaktur nasional.

Pada tahap awal, Pindad memperoleh pesanan sekitar 2 juta tabung LPG beserta converter kit bagi nelayan dengan nilai proyek sekitar Rp1,7 triliun. Perusahaan memproduksi tabung LPG ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram menggunakan standar Standar Nasional Indonesia (SNI), dengan teknologi deep drawing process dan sistem pengelasan otomatis submerged arc welding, yang selama ini juga digunakan dalam manufaktur berstandar tinggi.

Bahan baku baja saat itu dipasok oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., sehingga seluruh rantai produksi melibatkan industri nasional.

Produksi tersebut terus berlanjut. Pada 2019, Pindad kembali memperoleh pesanan sedikitnya 1 juta tabung LPG 3 kilogram untuk mendukung program konversi energi nasional. Di tahun yang sama, perusahaan juga memasok sekitar 40.000 unit tabung gas ukuran 4,5 kilogram kepada PT East Continent Gas Indonesia (ECGI).

Meski demikian, pengembangan tabung CNG memiliki tantangan teknis yang berbeda dibandingkan tabung LPG. Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal, menjelaskan bahwa tekanan gas pada tabung CNG dapat mencapai 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan tabung LPG yang berada pada kisaran 5 hingga 10 bar.

Baca Juga :

Perfeksionisme Akademik: Bagus atau Malah Jadi Beban?
Tren Job Hugging di Kalangan Gen Z, Bekerja Cari Aman Ogah Cari Tantangan

“Satu alasan utamanya yang paling kritikal adalah masalah safety. Ini bayangkan kita masyarakat ya, masyarakat menggunakan CNG,” kata Moshe.

Karena itu, tabung CNG membutuhkan desain khusus dengan standar keselamatan yang lebih tinggi. Dalam konteks tersebut, pengalaman Pindad memproduksi tabung bertekanan tinggi dan komponen industri strategis dinilai menjadi salah satu modal penting apabila kerja sama dengan Kementerian ESDM direalisasikan. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat mendukung pengembangan industri energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG melalui pemanfaatan kemampuan manufaktur dalam negeri.

You Might Also Like

Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional
MK Putuskan Izin Tambang ke Ormas Tak Bisa Tunjuk Langsung, Bahlil Siapkan Aturan Baru
Bandara Husein Bandung Resmi Beroperasi Lagi Mulai Agustus 2026, Layani Rute Domestik dan Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Kertajati Jadi Pusat Industri Pertahanan, Husein Fokus Penerbangan Komersial
Impor Minyak Rusia Dieksekusi, Stok BBM Nasional Dijaga Tetap Aman
TAGGED:Bahlil LahadaliaPT PindadTabung CNG Merah Putih
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article MK Putuskan Izin Tambang ke Ormas Tak Bisa Tunjuk Langsung, Bahlil Siapkan Aturan Baru
Next Article Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Survei LSI: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

Momen Prabowo Guyon soal “Pemimpin Kancil” Warnai Puncak Harlah ke-28 PKB

Jaksa Agung Mutasi Pejabat Kejaksaan, Rinaldi Umar Resmi Jadi Dirdik Jampidsus

BRI Perkuat Benteng Lawan Judi Online, Andalkan Teknologi untuk Putus Aliran Dana

Bahlil Bongkar Masa Depan! Mobil Hidrogen Diprediksi Saingi EV dalam 10 Tahun

Stok Batu Bara PLN Tembus 200 Juta Ton, RKAB Bukan Penyebab Gangguan Sektor Kelistrikan

Prabowo: Sikat Izin Mangkrak! Bahlil Diminta Cabut HGB dan IUP yang Tak Bergerak

KPK Tegaskan Parsel untuk ASN Bisa Masuk Kategori Gratifikasi, Vendor Diminta Waspada

Angin Segar! Bahlil Buka Peluang Pertamax Turun Bulan Depan

Saat Warga RI Ramai Beralih ke Bank Digital, Langkah BNI Ini Berbuah Manis!

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Pemerintah Finalisasi Perpres Transportasi Online, Ojol Akan Diakui sebagai Pelaku UMKM

2 days ago
Ekonomi

Pembiayaan Perumahan Jadi Mesin Penggerak Laba Rp 441 Miliar Bank BSN

3 days ago
EkonomiTerkini

Kredit Perbankan Melonjak, Sinyal Aktivitas Usaha Perlahan Menguat

3 days ago
EkonomiTerkini

Minyak Mentah Indonesia Turun 21%! ESDM Pastikan Evaluasi Harga BBM Tetap Transparan

3 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index