KARIMUN, RIAU – Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional. Salah satu langkah strategis yang kini dipercepat adalah pembangunan tambahan fasilitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang resmi masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini diharapkan mampu memperkuat cadangan operasional BBM nasional sekaligus meningkatkan keamanan pasokan energi, terutama di wilayah perbatasan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menegaskan bahwa Karimun telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas untuk pengembangan fasilitas penyimpanan energi nasional.
“Kalau tidak salah di PSN itu sudah ada daftarnya untuk penambahan storage di Karimun. Program strategis nasional memang sudah memasukkan penambahan storage-storage tersebut,” ujar Laode usai menghadiri seremoni pemotongan baja perdana Proyek North Hub di Kabupaten Karimun, Kamis (24/7/2026).
Menurut Laode, kawasan penyimpanan minyak internasional di Karimun masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan tangki baru. Potensi tersebut dinilai sangat penting dalam memperbesar kapasitas penyimpanan energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat logistik energi di kawasan.
“Karimun merupakan kawasan penyimpanan internasional dan di sana masih tersedia slot yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan storage tambahan. Potensi inilah yang sedang kami dorong untuk memperkuat kapasitas penyimpanan nasional,” kata Laode.
Saat ini, fasilitas penyimpanan BBM yang dikelola PT Oiltanking Karimun memiliki kapasitas sekitar 730 ribu kiloliter dan telah beroperasi sejak 2017. Pemerintah menilai keberadaan fasilitas tersebut menjadi aset strategis yang dapat terus dikembangkan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan energi nasional.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penambahan kapasitas storage di Karimun merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat cadangan energi nasional. Menurutnya, kapasitas penyimpanan tambahan akan meningkatkan daya tahan stok operasional BBM Indonesia.
“Saat ini penyangga energi nasional berada pada kisaran 21 sampai 25 hari. Dengan tambahan storage dari Karimun yang sedang kami komunikasikan, targetnya cadangan nasional bisa mencapai sekitar satu bulan,” ujar Bahlil.
Selain mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia, pemerintah juga membuka peluang investasi baru untuk pembangunan storage tambahan. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan perusahaan migas asal Inggris, Essar Oil UK Ltd., yang dikabarkan berminat membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di kawasan ekonomi khusus di wilayah Riau.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, turut membenarkan adanya komunikasi awal dengan Essar Group terkait peluang investasi tersebut.
Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kapasitas penyimpanan BBM nasional saat ini mencapai sekitar 9,16 juta kiloliter. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,1 juta kiloliter dikelola Pertamina, sementara sisanya sekitar 3,06 juta kiloliter dimiliki badan usaha non-Pertamina.
Dengan masuknya Karimun ke dalam Proyek Strategis Nasional, pemerintah berharap kapasitas penyimpanan energi Indonesia semakin kuat, cadangan operasional BBM semakin terjaga, serta posisi Kepulauan Riau sebagai simpul logistik energi strategis nasional dan kawasan terus meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk menjaga ketahanan energi sekaligus memastikan pasokan BBM tetap aman bagi masyarakat dan dunia usaha.