By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Skinimalism, Gaya Skincare Simpel dan Efektif yang Disukai Gen Z
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Skinimalism, Gaya Skincare Simpel dan Efektif yang Disukai Gen Z

LifeStyle

Skinimalism, Gaya Skincare Simpel dan Efektif yang Disukai Gen Z

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Tren perawatan wajah dengan banyak tahapan mulai ditinggalkan. Kini, skinimalism menjadi pilihan baru yang lebih simpel, hemat waktu, dan tetap efektif. Gaya perawatan ini semakin populer di kalangan Gen Z dan milenial yang menginginkan rutinitas skincare tanpa ribet.

Contents
Apa Itu Skinimalism?Alasan Skinimalism Semakin PopulerKaitan dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

Apa Itu Skinimalism?

Skinimalism merupakan gabungan dari kata “skin” (kulit) dan “minimalism” (minimalisme). Konsep ini menekankan penggunaan produk perawatan kulit dalam jumlah yang lebih sedikit, namun tetap memberikan hasil yang optimal. Fokus utamanya adalah memilih produk yang multifungsi dan esensial.

Tren ini muncul sebagai respons terhadap rutinitas perawatan kulit yang berlapis-lapis, seperti tren ten-step skincare yang dulu sempat populer. Kini, banyak orang memilih rutinitas yang lebih sederhana dan sesuai kebutuhan pribadi.

“Tren ini menekankan pada kesederhanaan dalam menggunakan skincare. Jadi pakai lebih sedikit produk tanpa mengesampingkan efikasinya,” ujar Sales and Marketing Manager Sensatia, Kunti Puspita Sari, dalam acara bincang media bertajuk ‘Unveiling the Future of Clean Beauty with Sensatia’ yang berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Alasan Skinimalism Semakin Populer

Salah satu faktor pendorong popularitas skinimalism adalah perubahan gaya hidup. Gen Z dan milenial dikenal memiliki aktivitas yang padat dan menginginkan rutinitas yang praktis serta efisien.

Berdasarkan survei Jakpat yang melibatkan lebih dari 2.000 responden, terjadi penurunan jumlah produk skincare yang digunakan. Rata-rata pengguna kini hanya memakai sekitar lima jenis produk, dibandingkan sebelumnya yang bisa mencapai enam atau lebih.

Untuk perawatan pagi hari, produk yang umum digunakan antara lain facial wash, toner, serum, pelembap, dan sunscreen. Sementara di malam hari, urutannya mencakup micellar water, facial wash, toner, serum, pelembap, dan produk khusus untuk permasalahan kulit seperti acne spot treatment atau retinol.

Kaitan dengan Gaya Hidup Berkelanjutan

Skinimalism tak hanya soal kepraktisan, tapi juga berkaitan erat dengan isu keberlanjutan. Dengan mengurangi jumlah produk yang digunakan, konsumen turut berkontribusi dalam mengurangi limbah kemasan serta penggunaan bahan-bahan kimia secara berlebihan.

Tren ini mulai mencuat sekitar tahun 2020 dan berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya perawatan kulit yang tidak hanya baik untuk diri sendiri, tapi juga untuk lingkungan.

Baca Juga :

Mahasiswa Universitas Trisakti Laksanakan KUM-ITT Di Sukabumi, Wujudkan Kolaborasi Untuk Desa Cibunarjaya
Sesalkan Kekerasan di Sekolah Taruna, Kemenhub Fokus Pembenahan STIP

Skinimalism menjadi solusi bagi generasi muda yang ingin tampil maksimal tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan uang untuk skincare. Dengan pendekatan yang lebih minimalis namun tetap fungsional, tren ini diprediksi akan terus bertahan dan bahkan berkembang ke berbagai lini kecantikan lainnya.***

You Might Also Like

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang
Senja di AWT 2026 Sajikan Wisata Alam, Budaya, hingga Fashion Show Anak Muda
Denpasar Fashion Street 2026 Angkat Kain Perca Jadi Fashion Elegan dan Bernilai Tinggi
BBTF 2026 Jadi Ajang Promosi Destinasi Wisata Indonesia ke Dunia
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Saat Idul Adha, Pendaki Ilegal Diincar
TAGGED:gen zskincare
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Setetes Darah, Harapan Besar: Aksi Donor Darah Bersama Telkom Indonesia
Next Article Aksi Apik Dean James dengan 2 Assist Curi Perhatian Media Belanda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tiga Juta Penumpang Diperkirakan Padati Bandara Saat Libur Idul Adha 2026

1 week ago
Travel

Libur Idul Adha 2026, Ancol Dipadati Lebih dari 32 Ribu Wisatawan

1 week ago
Travel

Pemkot Bandung Percepat Penataan Bandung Zoo, Lelang Ulang Ditarget Rampung Akhir Mei

1 week ago
Travel

Kemenpar Siapkan 136 Mooring Buoy demi Jaga Status UNESCO Raja Ampat

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index