Sukabumi, inversi.id — Sebanyak 12 Mahasiswa Universitas Trisakti melaksanakan program Kuliah Usaha Mandiri Ilmu Teknologi Terapan (KUM-ITT) di Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada tanggal 3–12 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Trisakti dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan yang selaras dengan tujuan SDGs.
Kegiatan pengabdian ini berada di bawah bimbingan Bapak Reza Fauzi, S.T., M.Ars., dan tergabung dalam Kelompok 2 KUM-ITT yang terdiri dari mahasiswa lintas fakultas: Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Fakultas Hukum, dan Fakultas Teknologi Industri.
Susunan Tim Mahasiswa Trisakti
Adapun susunan tim adalah sebagai berikut: M. Fadzieka Tahir (Ketua), Allende Bastotonta Depari (Wakil Ketua), Nur Akny Sulistya Islamy (Sekretaris), Kesya Amanda Rusdiana (Bendahara), serta anggota: Ahmad Alfiansyah, Almira Shafa Salsabila, Dwi Kesumahati Mutiara, Ilman Nafi Maulana, Khalisha Kyla Karim, M. Reza Arisandhi, Valdemar Sean Earl Assa, dan Vimarsha Tiani Adline.
Foto bersama Kepala Desa Cibunarjaya, Bapak Acep Awaludin, dan Tim KUM-ITT Universitas Trisakti di halaman kantor desa. Kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintah desa.
Inovasi dan Kolaborasi dalam Program Kerja
Kegiatan KUM-ITT di Desa Cibunarjaya menekankan pada tiga pilar utama, yaitu pengembangan wawasan masyarakat, pemberdayaan UMKM lokal, serta peningkatan kualitas fasilitas desa.
Di antaranya adalah:
- Penyuluhan ecobrick kepada ibu-ibu rumah tangga sebagai solusi pengelolaan sampah plastik.
- Sosialisasi dan edukasi koperasi kepada masyarakat dalam rangka memperkuat ekonomi kolektif desa.
- Penyuluhan kesehatan gigi anak-anak, yang dikemas interaktif agar mudah dipahami.
- Pelatihan digital marketing dan TikTok live shopping bagi pelaku UMKM.
- Revitalisasi PAUD dengan pengecatan mural, pemasangan lampu jalan tenaga surya, serta pembuatan bak sampah skala desa sebagai awal pembentukan bank sampah.
Disambut Antusias oleh Warga Desa
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan aparat desa. Bapak Acep Awaludin, Kepala Desa Cibunarjaya, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa Universitas Trisakti sangat membantu desa dalam mendapatkan perspektif baru.“Kami merasa terbantu dengan adanya mahasiswa. Selain membawa semangat baru, mereka juga hadir dengan solusi nyata yang sesuai dengan kondisi kami,” ujar Bapak Acep saat ditemui di kantor desa.
Baca Juga :
Keren! Boneka Pintar Karya Mahasiswa Unair Ini Bantu Gen Z Lawan Depresi
Mahasiswa Belajar Langsung dari Masyarakat
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat desa, kegiatan ini juga memberikan dampak besar bagi mahasiswa. Mereka mengaku mendapat pengalaman berharga karena bisa menerapkan ilmu dari bangku kuliah secara langsung.“Kami belajar banyak hal, terutama tentang pentingnya komunikasi dengan masyarakat dan bagaimana mengembangkan solusi yang tepat sasaran,” ungkap Nur Akny Sulistya Islamy, Sekretaris Kelompok 2.
Harapan dan Tindak Lanjut
Dengan semangat kolaboratif ini, mahasiswa berharap program yang telah dijalankan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh warga desa maupun mitra lainnya. “Kami berharap program seperti sistem filtrasi air, pelatihan UMKM, dan pengelolaan sampah bisa terus berlanjut bahkan diperluas cakupannya. Akan lebih baik jika titik filtrasi juga ditambah di dekat rumah warga, masjid, dan fasilitas umum lainnya,” tambah M. Fadzieka Tahir, Ketua Kelompok.
Kegiatan KUM-ITT ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa mampu menghasilkan perubahan yang konkret dan berdampak langsung. Dengan dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti, serta semangat masyarakat Desa Cibunarjaya, kegiatan ini berjalan lancar dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua pihak.